ECB Tahan Suku Bunga Tak Pengaruhi Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Emas tidak banyak bereaksi terhadap keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan suku bunga di kisaran 2% pada hari Kamis (11/9).
Dikutip dari Kitco News, Jumat (12/9/2025) keputusan kebijakan moneter terbaru ECB tidak terlalu berdampak pada harga emas di kawasan Eropa. Nilai emas masih mendekati level tertinggi sepanjang masa di atas 3.000 euro per ons. Harga emas spot terakhir diperdagangkan pada € 3.101 euro per ons, turun 0,39% pada hari itu.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, secara umum diuntungkan dari suku bunga yang rendah karena lebih menarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi
Seperti diketahui, ECB mempertahankan operasi pembiayaan kembali utamanya dan fasilitas pinjaman marjinalnya masing-masing di level 2,00%, 2,15%, dan 2,40%. Membaiknya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan inflasi yang terkendali memberi ruang bernapas untuk Bank Sentral Eropa mengevaluasi kebijakan moneternya.
“Dewan Pengatur bertekad untuk memastikan inflasi stabil pada target 2% dalam jangka menengah. Dewan Pengatur akan mengikuti pendekatan yang bergantung pada data dan dari pertemuan ke pertemuan untuk menentukan sikap kebijakan moneter yang tepat. Secara khusus, keputusan suku bunga Dewan Pengatur akan didasarkan pada penilaiannya terhadap prospek inflasi dan risiko yang menyertainya,” demikian pernyataan Bank Sentral Eropa dalam pernyataan kebijakan moneternya.
Dalam proyeksi ekonomi yang diperbarui, ECB memperkirakan rata-rata inflasi umum Eropa akan mencapai 2,1% pada tahun 2025, 1,7% pada tahun 2026, dan 1,9% pada tahun 2027.
Sementara inflasi Eropa yang tidak termasuk energi dan pangan diperkirakan akan mencapai rata-rata 2,4% pada tahun 2025, 1,9% pada tahun 2026, dan 1,8% pada tahun 2027.
Adapun ekonomi zona euro yang diproyeksikan tumbuh sebesar 1,2% pada tahun 2025. Angka tersebut menandai kenaikan dari proyeksi pertumbuhan 0,9% yang dirilis pada bulan Juni.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Eropa untuk tahun 2026 kini sedikit lebih rendah, yaitu 1,0%, sementara proyeksi untuk tahun 2027 tetap di angka 1,3%.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Tag Terpopuler
Terpopuler






