Jumat, 15 Mei 2026

Bank Sentral Terus Berburu Emas

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
15 Sep 2025 | 12:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi perdagangan emas 
Sumber; AP
ilustrasi perdagangan emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id - Bank-bank sentral global terus meningkatkan kepemilikan emas pada cadangan devisa mereka, meski tingginya permintaan dan harga emas yang terus melanjutkan kenaikan.

Bank sentral Polandia menjadi salah satu bank sentral di dunia yang memutuskan untuk meningkatkan  kepemilikan emas, hingga sebesar 30% dari aset cadangan devisanya. 

Dikutip dari investing.com, Senin (15/9/2025) peningkatan kepemilikan emas ini bertujuan untuk memperkuat keamanan keuangan negara itu. Bank Nasional Polandia (NBP) dalam keterangannya mengatakan, bahwa waktu dan volume pembelian emas akan ditentukan oleh kondisi pasar.

"Di masa-masa sulit akibat gejolak global dan pencarian tatanan keuangan baru, emas adalah satu-satunya investasi yang aman untuk cadangan devisa negara," ujar Gubernur NBP, Adam Glapinski dalam sebuah pernyataan di pesan email.

Glapinski sebelumnya telah mengindikasikan bahwa ia akan mengajukan mosi kepada dewan manajemen Bank Sentral Polandia untuk meningkatkan target cadangan devisa emas negara itu menjadi 30%.

Diketahui, Bank sentral Polandia telah meningkatkan pembelian emasnya secara signifikan sejak konflik militer antara Rusia dan Ukraina pecah pada Februari 2022. Bank Sentral Polandia saat ini memiliki lebih dari 515 ton emas, yang mewakili sekitar 22% dari total aset cadangan devisa resminya.

Adapun nilai total cadangan devisa Bank Sentral Polandia mencapai lebih dari 953 miliar zloty (US$ 261 miliar), menurut data resmi bank sentral tersebut.

Diwartakan sebelumnya, peningkatan pada pembelian emas juga tercatat oleh Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC). Bank sentral negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu dilaporkan membeli dua ton emas pada bulan Agustus 2025.

Analis Senior EMEA di World Gold Council, Krishan Gopaul mengungkapkan bahwa cadangan emas resmi China kini mencapai 2.302 ton. Namun, cadangan ini masih mewakili kurang dari 7% dari total cadangan devisa negara tersebut.

PBOC telah memperpanjang aksi pembelian emas menjadi sepuluh bulan berturut-turut. China memulai putaran pembelian emas pada November 2024 lalu, dengan total akumulasi 1,22 juta troy ons selama periode tersebut.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia