Jumat, 15 Mei 2026

WGC: Pernyataan Bos The Fed Jadi Penggerak Harga Emas

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
17 Sep 2025 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Foto: AP/ Mark Baker)
Ilustrasi emas. (Foto: AP/ Mark Baker)

JAKARTA, investor.id - Analis di World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa nada komentar dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pasca-pertemuan dewan bank sentral AS dapat menjadi kunci bagi pergerakan harga emas.

Hal ini meski The Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25bps setelah pertemuan pada 16-17 September, yang juga menjadi pendorong kenaikan harga emas.

"Tiga siklus pemangkasan terakhir yang dimulai pada Januari 2000 semuanya menunjukkan kinerja harga emas yang kuat, ketiga siklus pemangkasan tersebut bertujuan untuk mendukung pertumbuhan," kata para analis World Gold Council, dikutip dari Kitco News, Rabu (17/9/2025).

"Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan petunjuk apa pun dari konferensi pers: jika The Fed mengonfirmasi bahwa pasar tenaga kerja lebih diutamakan daripada inflasi, siklus pemangkasan ini dapat dipercepat dan taruhan bullish (harga) emas dapat meningkat," ungkap mereka.

Pada Selasa (17/9), harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), dengan melampaui level US$ 3.700 per ons. Harga emas spot naik 0,3% ke level US$ 3.689,9 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di US$ 3.702,95. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,1% ke US$ 3.724.

Analis WGC menyebut, fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada The Fed, dengan bank sentral AS diperkirakan akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga sebesar 25bps.

"Namun, pernyataan Trump pada hari Minggu bahwa ia memperkirakan 'pemotongan besar' menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih besar tetap ada," jelas mereka.

Diberikan sebelumnya, Direktur Strategi ETF di manajer investasi Aberdeen, Robert Minter mengungkapkan bahwa harga emas berada di jalur yang tepat untuk mencapai level US$ 3.700 per ons di akhir tahun.

Namun, Minter juga melihat, harga emas juga dapat terus meningkat jika Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin.

“The Federal Reserve memiliki peluang untuk mengambil langkah proaktif yang dramatis dan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin,” ungkap Minter dalam wawancara dengan Kitco. Menurutnya, kenaikan suku bunga tersebut dapat memberi momentum pada harga emas.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia