Minggu, 21 Juni 2026

Rupiah Fluktuatif di Tengah Penantian Respon Pasar Soal Suku Bunga BI

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
19 Sep 2025 | 06:29 WIB
BAGIKAN
Karyawan menghitung uang di BSI KC Semarang Ahmad Yani, Semarang, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Karyawan menghitung uang di BSI KC Semarang Ahmad Yani, Semarang, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diperkirakan akan berlanjut fluktuatif terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan menjelang akhir pekan.

Sebelumnya, kurs rupiah pada hari Kamis (18/9) ditutup anjlok sebesar 90 poin (0,55%) ke level Rp 16.527. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,1% menjadi 96,97. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat tipis sebesar 3 poin (0,02%) ke level Rp 16.437 pada Rabu (17/9).

Chief Economist di PermataBank, Josua Pardede mengungkapkan bahwa dolar AS yang masih bertahan dan pasar masih menyeimbangkan posisi pasca pemangkasan suku bunga BI, membuat rupiah berpeluang bergerak naik-turun dalam rentang ketat.

ADVERTISEMENT

"Perkiraan saya untuk hari Jumat, (rupiah bergerak) Rp16.450–16.575 per dolar AS, dengan bias netral condong melemah tipis bila dolar tetap kuat dan arus lindung nilai bertahan," unjar Josua kepada investor.id di Jakarta, dikutip Jumat (19/9/2025).

"Sebaliknya, bila imbal hasil AS turun lebih nyata atau yuan menguat, rupiah berpeluang kembali ke sisi bawah kisaran," ungkapnya.

Josua memaparkan, rupiah tertekan terutama karena dolar AS menguat kembali setelah pasar menafsirkan pesan Federal Reserve masih berhati-hati, sehingga laju pemangkasan ke depan tidak agresif.

Indeks dolar AS juga naik untuk hari kedua pasca konferensi pers The Fed, sementara imbal hasil AS hanya turun tipis. Hal ini menjadi daya tarik aset dolar tetap tinggi.

"Di saat yang sama pasar masih mencerna keputusan BI memangkas suku bunga, yang membuat selisih imbal hasil rupiah dengan dolar sedikit menyempit dan mendorong penambahan lindung nilai pada sesi New York ketika likuiditas tipis," papar Josua.

Secara regional, Josua menyebut, mata uang Asia juga melemah seiring nada kebijakan yang lebih longgar di kawasan, sehingga tekanan ke rupiah bersifat serempak.

Ia pun membeberkan beberapa sentimen yang perlu dicermati untuk pergerakan rupiah pada Jumat hari ini (19/9), yaitu arah dolar pasca pernyataan pejabat The Fed dan pergerakan imbal hasil US Treasury. Dijelaskannya, bila dolar AS lanjut menguat, ruang penguatan rupiah terbatas. 

Josua juga menyoroti sentimen dari respons pasar terhadap pemangkasan BI, khususnya apakah arus masuk ke SBN berlanjut atau justru investor jangka pendek menutup posisi. Selain itu, nada kebijakan di Asia dan pergerakan yuan juga dapat diperhatikan.

"Penguatan yuan biasanya membantu sentimen regional, sebaliknya sinyal pelonggaran bank sentral kawasan bisa menekan mata uang Asia," jelasnya. 

"Faktor aliran valas domestik harian: kebutuhan impor, pembayaran utang valas, dan repatriasi dividen yang kerap memuncak menjelang akhir pekan, serta arah bursa regional dan harga komoditas; penguatan saham Asia dan komoditas biasanya memperbaiki selera risiko terhadap aset rupiah," tambah Josua.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia