Petunjuk Saham BBCA
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melemah 1,91% ke Rp 7.700 pada perdagangan Kamis (18/9/2025). Artinya, tiga hari bursa berturut-turut saham BCA ini selalu diparkir di zona merah.
Sebanyak 275,38 juta saham BBCA ditransaksikan, frekuensi 86.581 kali, dan nilai transaksi Rp 2,13 triliun. Saham ini banyak didistribusikan, hingga asing pun membukukan net sell mencapai Rp 838,87 miliar.
Dalam periode tahun berjalan alias year to date (ytd), saham BBCA anjlok 20,41% dengan net sell asing mencapai Rp 28,57 triliun.
Baca Juga:
Kenapa BBCA Nasibnya Jadi Begini?Per akhir sesi I kemarin, valuasi saham BCA lagi murah dibandingkan biasanya. Berdasarkan data aplikasi Stokcbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BBCA di 3,64 kali dan price earning ratio (PER) 16,71 kali (TTM). Angka-angka itu di bawah -2 PBV standar deviation dan -2 PE standard deviation rata-rata 5 tahun terakhir yakni masing-masing 3,94 kali dan 18,83 kali.
Sementara itu, MNC Sekuritas menyebutkan saham BBCA terkoreksi 1,91% ke 7.700 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. ”Kami perkirakan, posisi BBCA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave Y,” sebut broker tersebut.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham BBCA untuk Jumat (19/9/2025) di kisaran 7.175-7.525. Target harganya 8.175 lalu 8.500. Dan stoploss di bawah 7.000.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






