Ramalan Arus Modal Asing Tahun 2026 dari Menkeu Purbaya
JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memandang bahwa arus modal asing yang masuk ke Indonesia akan tetap mengalir deras pada tahun 2026, seiring pemangkasan BI Rate dan fed funds rate (FFR). Keyakinan ini seiring dengan prospek cerah dari perekonomian Indonesia.
“Jadi ketika kita ciptakan prospek ekonomi yang bagus, (arus modal) asing akan cenderung masuk ke sini,” kata Purbaya dalam pernyataan pers usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (19/9/2025) malam.
Dia menjelaskan, pasar keuangan di Indonesia akan tetap dipandang menarik karena stabilitas dan prospek perekonomian Indonesia dijaga baik. Ini menjadi pertimbangan penting bagi seorang investor untuk menanamkan dananya di suatu negara, alih-alih hanya melihat besaran imbal hasil (yield).
"Jadi biasanya mereka masuk ke sini bukan hanya yield aja, tapi juga mencari stabilitas. Walaupun yield-nya misalnya selisihnya lebih dikit dibanding di luar, tapi kalau betul-betul stabil dan ada potensi penguatan nilai tukar, kalau ekonominya bagus, orang masuk ke sini," urai Purbaya.
Dia bilang, pemerintah juga tak khawatir penurunan yield surat berharga negara (SBN) ke depan akan membuat para investor kabur dan memindahkan dananya ke luar negeri. Sebab, nilai tukar rupiah saat ini relatif stabil dan tetap akan dijaga seperti itu, paralel dengan prospek perekonomian dalam negeri.
Dengan skenario seperti itu, penurunan yield akan terkompensasi dengan potensi gain dari penguatan nilai tukar rupiah. Ini juga yang jadi keyakinan pemerintah bahwa arus modal asing tetap akan mengalir deras ke Indonesia pada tahun depan.
“Jadi kalau stabil aja mereka suka, apalagi kalau ada ekspektasi rupiah menguat, jadi Anda gak usah takut. Selama kita bisa menciptakan prospek pertumbuhan ekonomi yang bagus, mereka akan masuk ke sini,” beber Purbaya.
Arus Modal Asing
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






