Minggu, 21 Juni 2026

Harga Naik Tajam, 2 Saham Disuspensi BEI

Penulis : Erta Darwati
23 Sep 2025 | 08:35 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. B Universe Photo)
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dok. B Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara terhadap dua saham, mulai sesi I perdagangan, Selasa (23/9/2025).

BEI mengungkap dua saham yang disuspensi di antaranya saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL).

Adapun BEI mensuspensi dua saham tersebut lantaran terjadi peningkatan harga saham kumulatif secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Saham BLUE menguat 21,95% ke harga Rp 750 per saham pada perdagangan Senin (22/9/2025), sahamnya sudah melejit 134,38% dalam sebulan. 

Kemudian, saham DWGL menguat 24,49% ke level harga Rp 605 per saham pada perdagangan Senin (22/9/2025), dan sahamnya sudah melejit 170,09% dalam sebulan terakhir.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan bahwa tujuan dari kebijakan BEI ini adalah dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (23/9/2025).

Dia menjelaskan bahwa bagi pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Selain suspensi, BEI juga membuka gembok tujuh saham dari suspensi, di antaranya saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), dan saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).

Diikuti saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), dan saham PT Pakuan Tbk (UANG).

Kemudian, Yulianto menjelaskan bahwa dengan dibukanya suspensi tujuh saham emiten tersebut, maka investor dapat kembali melakukan transaksi mulai perdagangan sesi I, di pasar reguler dan pasar tunai, Selasa (23/9/2025).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia