United Tractors (UNTR) Gelar Sederet Aksi Korporasi
JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) aktif menggelar sederet aksi korporasi dan membidik penjualan alat berat Komatsu mencapai 4.600 unit pada tahun ini.
Dari sisi aksi korporasi, Direktur Keuangan UNTR Vilihati Surya menyampaikan, perseroan telah menuntaskan akuisisi saham PT Supreme Energy Sriwijaya pada Juni 2025. Kini, kepemilikan perseroan atas perusahaan energi panas bumi (geothermal energy) tersebut secara efektif bertambah dari 30,27% menjadi 40,24%.
Aksi korporasi UNTR berlanjut pada 12 September 2025. Vilihati menyatakan, perseroan melalui PT Danusa Tambang Nusantara telah menandatangani conditional shares purchase agreement (CSPA) untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Arafura Surya Alam (ASA) dari PT J Resources Nusantara (JRN), anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
“ASA ini merupakan perusahaan pertambangan emas yang memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) untuk satu blok tambang yaitu Blok Doup di Sulawesi Utara. Mohon dukungan dan doanya supaya cepat rampung,” jelasnya di acara Media Astra Day, Selasa (23/9/2025).
Selain menggelar akuisisi, emiten alat berat Grup Astra tersebut juga agresif memperbesar eksposur di bisnis energi terbarukan (renewable energy). Vilihati mengatakan, UNTR memiliki portofolio di bisnis energi terbarukan dengan berinvestasi di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO).
Saat ini, ARKO mengembangkan kapasitas sekitar 15,4 MW dengan kapasitas yang sudah beroperasi mencapai hampir 35 MW. Adapun khusus untuk solar PV, Arkora sedang dalam proses instalasi 33 MW, termasuk pengembangan portofolio lain dengan progres sekitar 1,2 MW.
Baca Juga:
Proyek Emas Doup Pikat UNTRSementara di sektor energi terbarukan berbasis sampah (waste to energy), Vilahati menyebut, UNTR melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN) bekerjasama dengan Hitachi Zosen Corporation dan Sumitomo Corporation membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) bernama PT Jabar Environmental Solutions (JES).
“Kami bersepakat membangun waste to energy power plant dengan kapasitas pengolahan sampah 2.000 ton per hari yang akan menghasilkan energi listrik sebesar 40 MW,” paparnya.
Target Penjualan
Dari sisi target, UNTR membidik penjualan alat berat Komatsu tahun ini sejumlah 4.600 unit dengan realisasi yang cukup kuat di semester I-2025. Menurut Vilihati, apabila target tersebut tercapai berarti penjualan alat berat Komatsu di semester II-2025 mengalami penurunan.
“Kenapa menurun? Karena di semester I-2025 penjualan baik big machine maupun small machine terutama big machine, ada beberapa yang carry over dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.
Sedangkan, penjualan small machine tergolong kencang karena didorong beberapa proyek salah satunya food estate pada kuartal I-2025. Namun untuk big machine, Vilihati memprediksi, masih akan menghadapi tantangan di semester II-2025 menyusul harga batu bara yang masih menantang.
Akibat daripada itu, banyak kontraktor pertambangan menunda pembelian maupun ekspansi untuk peremajaan alat berat. Ditambah lagi, curah hujan pada semester I-2025 cukup tingi sehingga memberikan tantangan.
“Mudah-mudahan, di semester II-2025 curah hujan tidak sederas seperti semester I-2025. Jadi, kami berharap di semester II-2025 hingga full year, volume pengupasan tanah (overburden removal) bisa mencapai 1,18 miliar BCM, atau naik 3% dibanding tahun lalu,” tuturnya.
Kemudian, untuk segmen pertambangan batu bara, UNTR menargetkan volume produksi batu bara mencapai 11 juta ton, naik sekitar 35% sampai akhir 2025. Sebaliknya, produksi emas diperkirakan menurun. Meskipun, kata Vilihati, akan tetap lebih tinggi dibanding produksi tahun lalu.
Terakhir, untuk segmen pertambangan nikel, UNTR menargetkan penjualan nikel sebanyak 2 juta wet metric ton (WMT) yang dikontribusikan dari 70% limonit dan 30% saprolit. “Kami sudah mendapat RKAB, sehingga jalan mulus mencapai 2 juta ton ini pasti tercapai,” tandas Vilihati.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






