Harga Batu Bara Turun, China Jadi Biang Kerok
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas turun pada Rabu (24/9/2025). Pelemahan itu karena produksi Batu Bara di China meningkat 3% dalam delapan bulan terakhir.
Harga batu bara Newcastle untuk September 2025 stabil di US$ 103,6 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Oktober 2025 jatuh US$ 0,75 menjadi US$ 104,65 per ton. Sementara November 2025 terpangkas US$ 0,65 menjadi US$ 106,45 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk September 2025 naik US$ 0,2 menjadi US$ 93,1. Sedangkan, Oktober 2025 melemah US$ 0,55 menjadi US$ 93,6 dan November 2025 juga turun US$ 0,4 menjadi US$ 95,2.
Secara kumulatif produksi batu bara di China sepanjang delapan bulan pertama 2025 tetap tumbuh 3% dibanding tahun lalu. Bahkan, Xinhua melaporkan, Provinsi Shanxi, salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di China, melaporkan produksi batu bara mentah lebih dari 862 juta ton sepanjang Januari–Agustus 2025. Angka ini naik 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data otoritas setempat.
Sebagai produsen batu bara nomor satu di China, Shanxi menyumbang 27,3% dari total produksi nasional dalam periode tersebut. Kontribusi besar ini penting untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik selama musim panas.
Dalam sebulan terakhir, harga batu bara anjlok 6,92% dan merosot 25,73% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebagai catatan, harga batu bara pernah mencapai rekor tertinggi di US$ 457,80 per ton pada September 2022. Harga batu bara turun hampir 20% sepanjang tahun berjalan (year-to-date).
Meski demikian, pelemahan harga batu bara tertahan oleh adanya tanda-tanda meningkatnya permintaan dari China. Konsumen batu bara terbesar di dunia ini diperkirakan akan mengimpor 27,4 juta ton batu bara termal melalui jalur laut sepanjang September. (berbagai sumber)
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






