Reli Rekor Harga Emas Makin Kencang, Menuju Kinerja Bulanan Terbaik 14 Tahun
NEW YORK, investor.id – Harga emas kembali melesat pada perdagangan Selasa (30/9/2025) dan reli rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) makin kencang. Logam mulia ini juga berada di jalur menuju kinerja bulanan terbaik dalam 14 tahun terakhir.
Dikutip dari Reuters, reli rekor tertinggi harga emas itu didorong lonjakan permintaan aset safe haven di tengah ancaman penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Harga emas hari ini terlihat naik 0,65% menjadi US$ 3.859,39 per troy ounce saat berita ditulis. Level ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa harga emas terbaru. Sepanjang September, emas sudah melonjak 11,81% dan berpotensi membukukan bulan terbaik sejak Agustus 2011.
Harga emas telah menguat 46,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan secara year to date (ytd), harga emas telah melonjak 46,92%.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,4% menjadi US$ 3.872 per troy ounce.
Baca Juga:
Harga Emas Bersiap Tembus US$ 4.000Dari sisi politik, Presiden AS Donald Trump dan kubu Demokrat gagal mencapai kesepakatan dalam pertemuan di Gedung Putih untuk mencegah government shutdown yang bisa terjadi mulai Rabu ini.
Penutupan pemerintahan diperkirakan akan mengganggu berbagai layanan publik dan termasuk penundaan publikasi data ekonomi resmi.
Pemangkasan Lanjutan The Fed
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed semakin menguat setelah rilis data ekonomi terbaru. Menurut CME FedWatch, sekitar 89% pelaku pasar memperkirakan pemotongan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya.
Presiden The Fed St Louis Alberto Musalem menyatakan, pihaknya terbuka pada pemangkasan lebih lanjut, tetapi tetap berhati-hati menjaga inflasi.
Emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai biasanya berkinerja positif saat ketidakpastian politik meningkat dan suku bunga rendah. Investor kini menunggu serangkaian data ekonomi penting AS, termasuk lowongan kerja, payroll swasta, ISM manufacturing PMI, hingga laporan ketenagakerjaan non-farm payrolls pada Jumat (3/9/2025).
Sementara itu, jika goverment shutdown terjadi, Departemen Tenaga Kerja AS memastikan publikasi data resmi, termasuk laporan ketenagakerjaan September, akan tertunda.
Sementara itu, SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melaporkan kepemilikan emasnya naik 0,60% menjadi 1.011,73 ton pada Senin, dari sebelumnya 1.005,72 ton pada akhir pekan lalu.
Selain emas, pergerakan logam mulia lainnya terpantau beragam. Harga perak stabil di level US$ 46,95 per ounce, platinum turun tipis 0,2% menjadi US$ 1.597,58, sementara paladium terkoreksi 0,8% ke posisi US$ 1.259,02 per ounce.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






