Saham Bagger, Intip Aksi Orang Dalam hingga Rumor yang Beredar
Di tengah penguatan harga saham, pasar juga diwarnai rumor mengenai penjajakan investor strategis asing, terutama dari Asia Timur khususnya China, yang disebut tengah melakukan pembicaraan awal dengan manajemen UFOE.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai rumor tersebut menjadi katalis tambahan di tengah perbaikan fundamental perusahaan. “Minat investor terhadap UFOE meningkat bukan hanya karena kinerja keuangan yang membaik, tetapi juga ekspektasi terhadap masuknya investor asing yang berpotensi memperkuat rantai pasok dan distribusi produk elektronik,” ujarnya.
Baca Juga:
Fakta Baru Saham PANIMenurut Herditya, arah kerja sama yang dibahas meliputi penguatan supply chain produk elektronik, ekspansi jaringan distribusi, serta kolaborasi digital untuk memperluas penetrasi pasar di Indonesia bagian timur. “Dengan kombinasi insider buying, efisiensi biaya, dan potensi investasi asing, saham UFOE bisa masuk fase rerating jangka menengah,” katanya.
Dari sisi valuasi, saham UFOE dinilai masih berada di level yang relatif moderat, dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 2,3 kali. Potensi peningkatan margin laba bersih diperkirakan dapat menekan rasio valuasi dan menjadikan saham ini lebih menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor ritel elektronik.
Herditya menilai jika rumor investasi asing terealisasi, valuasi UFOE dapat mengalami penyesuaian positif karena adanya prospek peningkatan kapasitas distribusi dan efisiensi rantai pasok. "Selain itu, strategi digitalisasi yang terus digarap dipandang akan memperkuat daya saing perusahaan di tengah perubahan perilaku konsumen menuju kanal online," pungkasnya.
Sebagai informasi, Damai Sejahtera Abadi berdiri sejak 2004, dan mengoperasikan jaringan ritel elektronik serta furnitur melalui merek UFO Elektronika dan Uni Home. Saat ini, perusahaan mengelola lebih dari 23 gerai yang tersebar di Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, dan Kalimantan, serta berencana membuka 50 outlet baru dalam lima tahun ke depan, terutama di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

