Harga Emas Ambles 5% Lebih, Catat Penurunan Harian Terburuk Sejak 2020
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia ambles 5% lebih pada perdagangan Selasa (21/10/2025) waktu setempat, menandai penurunan harian terbesar dalam lima tahun terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah reli besar yang membawa emas tersebut ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sehari sebelumnya.
Harga emas spot ditutup ambles 5,3% ke posisi US$ 4.125,62 per troy ons, terendah dalam sepekan. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Agustus 2020. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 5,7% ke US$ 4.109,10 per troy ons.
Dikutip dari Reuters, sehari sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa baru di level US$ 4.381,21 per troy ons, dengan kenaikan sekitar 60% sejak awal tahun. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.
“Emas sempat terus diborong investor hingga kemarin, tetapi lonjakan volatilitas yang tajam dalam sepekan terakhir memicu kehati-hatian dan mendorong aksi profit taking jangka pendek,” kata analis logam independen Tai Wong.
Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,4% juga turut menekan harga emas, karena membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menambahkan, meningkatnya selera risiko di pasar global pada awal pekan ini menjadi sentimen negatif bagi aset-aset safe haven seperti emas.
Prediksi Harga Emas
Sementara itu, analis dari Citi memperkirakan, potensi berakhirnya shutdown pemerintah AS, serta kemungkinan pengumuman kesepakatan dagang AS–China diprediksi membuat harga emas bergerak stabil dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Para pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk September yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,1%. Pasar juga memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan pekan depan.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, biasanya diuntungkan dalam kondisi suku bunga rendah karena biaya peluang kepemilikan aset ini menjadi lebih kecil.
Logam mulia lainnya juga ikut turun tajam. Perak anjlok 7,6% ke US$ 48,49 per troy ons, platinum jatuh 5,9% ke US$ 1.541,85, dan paladium jeblok 5,3% menjadi US$ 1.417,25 per troy ons.
“Perak terpukul cukup parah hari ini dan menyeret seluruh kompleks logam mulia ke bawah,” ujar Wong sembari menambahkan, perak kemungkinan akan bergerak mendatar di kisaran US$ 50 dengan volatilitas tinggi selama harga emas masih bertahan di level kuat.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






