Harga Emas Balik Arah, Pasar Tunggu Kabar dari AS
JAKARTA, investor.id – Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Rabu (22/10/2025) siang, setelah ditutup anjlok parah pada semalam. Kini, pasar menunggu kabar dari AS, mulai dari pemangkasan suku bunga The Fed hingga shutdown pemerintah AS.
Harga emas hari ini terlihat naik 0,28% ke leve US$ 4.135,54 per troy ons saat berita ditulis. Sedangkan rekor tertinggi sepanjang masa harga emas tercatat di level US$ 4.381,6 per troy ons.
Analis komoditas Andy Nugraha menjelaskan, formasi candlestick harian dan indikator moving average (MA) menunjukkan tekanan jual masih dominan. “Secara teknikal, tren jangka pendek harga emas kini berada di fase bearish, dengan peluang pelemahan menuju area psikologis US$ 4.000,” ujar Andy dalam risetnya, Rabu (22/10/2025).
Namun, Andy menambahkan, bila harga gagal menembus level tersebut, koreksi teknikal bisa muncul dengan potensi kenaikan terbatas menuju kisaran US$ 4.183 per troy ons.
Dari sisi fundamental, Andy mengatakan, pelemahan harga emas turut dipengaruhi oleh menurunnya permintaan fisik serta meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko. Optimisme baru terhadap hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga ikut meredam minat pada aset safe haven.
Sejumlah laporan menyebutkan, tambah Andy, Presiden AS Donald Trump kemungkinan menunda penerapan tarif 100% atas seluruh impor dari China yang semula dijadwalkan mulai 1 November. Nada yang lebih lunak dari Gedung Putih memicu penguatan aset berisiko, sementara dolar AS menguat dalam tiga sesi beruntun.
“Retorika Trump yang sering berubah serta negosiasi dagang yang belum stabil membuat pelaku pasar tetap waspada. Di tengah ketidakpastian global, emas masih menjadi instrumen lindung nilai penting,” kata Andy.
Sinyal The Fed
Selain isu geopolitik, pasar kini menanti sinyal kebijakan moneter The Fed. Ekspektasi terhadap kemungkinan pelonggaran suku bunga memberi sedikit dukungan bagi emas dalam jangka menengah. “Jika The Fed bersikap lebih dovish, biaya peluang memegang emas akan turun dan mendorong potensi rebound di atas US$ 4.200,” ucapnya.
Di sisi lain, Andy menyebut, penutupan sebagian pemerintahan AS yang telah berlangsung selama empat minggu menambah ketidakpastian di pasar keuangan. Kondisi ini membuat sebagian investor tetap mempertahankan posisi emas sebagai aset pelindung nilai.
Sementara itu, Andy menambahkan, indeks dolar AS kini berada di sekitar level 98,84, tertinggi dalam sepekan, yang menandai penguatan terhadap enam mata uang utama dunia. “Kekuatan dolar ini menjadi faktor penekan utama bagi harga emas dalam jangka pendek,” tegas Andy.
Secara keseluruhan, Andy menegaskan, meski emas tengah berada di bawah tekanan jual, prospek jangka menengahnya tetap positif. Kombinasi kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian fiskal AS diperkirakan akan menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai utama hingga akhir tahun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






