Harga Emas Kembali Naik di Tengah Aksi Beli Murah
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (22/10/2025), setelah sempat anjlok parah pada perdagangan kemarin. Penguatan itu didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi beli murah (bargain hunting).
Dikutip dari Reuters, investor kini menanti data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.
Harga emas hari ini terlihat naik 0,39% menjadi US$ 4.142 per troy ons, setelah sehari sebelumnya merosot lebih dari 5% dan menjadi penurunan harian terbesar sejak Agustus 2020. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 1,3% ke US$ 4.160,40 per ons.
Indeks dolar AS melemah 0,1% terhadap sejumlah mata uang utama, membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Data inflasi konsumen AS untuk September dijadwalkan rilis Jumat mendatang, setelah sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintahan federal.
Analis senior StoneX, Matt Simpson, mengatakan bahwa meredanya ketegangan dagang antara AS dan China menjadi faktor yang memicu perubahan arah momentum harga emas.
“Pasar emas memang membutuhkan koreksi teknikal setelah reli panjang di atas level US$ 4.000. Namun saya perkirakan volatilitas harian terburuk sudah berlalu, karena setiap penurunan masih akan dimanfaatkan investor untuk membeli,” ujar Simpson.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimismenya dapat mencapai kesepakatan dagang yang adil dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan pekan depan di Korea Selatan. Trump juga meredam kekhawatiran soal potensi ketegangan terkait isu Taiwan.
Kesepakatan India-AS
Sementara itu, India dan AS dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dagang yang telah lama tertunda, yang dapat memangkas tarif impor AS atas produk India dari 50% menjadi 15-16%, menurut laporan harian Mint di India.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 56% dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.381,21 per ons pada Senin (20/10/2025). Kenaikan tersebut ditopang oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, aksi beli bank sentral, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Berdasarkan survei Reuters terhadap para ekonom, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pekan depan dan kembali menurunkannya pada Desember mendatang. Namun, para analis masih terbelah soal arah suku bunga pada 2026.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik 1% menjadi US$ 49,21 per ons dan paladium menguat 1,4% ke US$ 1.427,84 per ons. Sedangkan platinum turun 1,1% ke US$ 1.535,05 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






