Nasib Saham Konglo di 2026
Para investor disarankan untuk fokus pada sektor dengan visibilitas pertumbuhan lebih baik di 2026.
“Dalam skenario pemulihan yang masih belum sepenuhnya solid, 2026 kemungkinan kembali menjadi tahun yang menuntut seleksi saham secara cermat,” sebut Erindra.
BRI Danareksa Sekuritas menilai sektor telekomunikasi, perunggasan, dan ritel memiliki visibilitas pertumbuhan yang lebih baik. Sektor telekomunikasi diproyeksikan mencetak pertumbuhan EBITDA sebesar 7% pada 2026.
Sektor perunggasan diperkirakan mencatatkan pertumbuhan EPS sebesar 4% pada 2026 dan ritel ditaksir membukukan pertumbuhan EPS 2026 sebesar 16%.
Adapun perbankan dan konsumer saat ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan EPS 2026 yang relatif rendah, masing-masing 4% dan 6% – sejalan dengan permintaan yang masih lemah.
Sementara itu, di sektor komoditas, logam diproyeksikan mencatat pertumbuhan EPS 2026 yang menarik sebesar 27%. Ini terutama bakal didukung oleh peningkatan volume dari proyek dan ekspansi baru. Misalnya BRMS, INCO, dan MBMA.
“Dengan prospek harga nikel yang cenderung datar, kami melihat tahun 2026 akan lebih menguntungkan emiten dengan eksposur ke emas (BRMS) dan timah (TINS). Kami juga melihat potensi kenaikan valuasi dari aset baru, seperti pada DEWA dan BRMS,” pungkasnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






