Minggu, 21 Juni 2026

IMF Buka-bukaan Soal Kondisi Cadangan Devisa Global Jelang Akhir Tahun

Penulis : Natasha Khairunisa
23 Des 2025 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/fo)
Uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/fo)

JAKARTA, investor.id - Cadangan devisa global menunjukkan stabilisasi pada kuartal ketiga 2025. Perkembangan itu diungkapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (23/12/2025) laporan Komposisi Mata Uang Cadangan Devisa Resmi IMF mencatat bahwa cadangan devisa global cukup stabil pada kuartal ketiga setelah fluktuasi besar pada kuartal kedua 2025, ketika pasar valuta asing, terutama dolar AS terguncang oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

IMF mengungkapkan, porsi dolar AS (USD) dalam cadangan devisa global sedikit menurun menjadi 56,92% pada kuartal ketiga 2025, sementara porsi cadangan devisa dalam euro (EUR) sedikit meningkat menjadi 20,33% dari 20,24%.

ADVERTISEMENT

Pada akhir kuartal kedua 2025, porsi cadangan devisa global yang dipegang dalam dolar AS adalah 57,08%.

Data IMF juga menunjukkan bahwa pangsa cadangan devisa yang dipegang dalam yen Jepang meningkat menjadi 5,82% pada kuartal ketiga dari 5,65% pada kuartal kedua 2025.

"Untuk cadangan dolar AS dan euro, penyesuaian valuasi FX kami menunjukkan bahwa pengelola cadangan cenderung memperhatikan fluktuasi pasar mata uang," kata analis Goldman Sachs, dalam komentarnya mengenai data terbaru IMF.

"Kuartal ketiga menunjukkan stabilisasi dalam cadangan yang dilaporkan dengan hanya sedikit perubahan dalam pangsa cadangan USD dan EUR setelah fluktuasi besar dalam cadangan yang dilaporkan pada kuartal kedua," jelasnya.

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS melesat pada Selasa (23/12/2025), seiring pelemahan indeks dolar dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melesat 17 poin (0,10%) ke level Rp 16.760 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,17% ke level 98,11.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia