IMF Buka-bukaan Soal Kondisi Cadangan Devisa Global Jelang Akhir Tahun
JAKARTA, investor.id - Cadangan devisa global menunjukkan stabilisasi pada kuartal ketiga 2025. Perkembangan itu diungkapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (23/12/2025) laporan Komposisi Mata Uang Cadangan Devisa Resmi IMF mencatat bahwa cadangan devisa global cukup stabil pada kuartal ketiga setelah fluktuasi besar pada kuartal kedua 2025, ketika pasar valuta asing, terutama dolar AS terguncang oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
IMF mengungkapkan, porsi dolar AS (USD) dalam cadangan devisa global sedikit menurun menjadi 56,92% pada kuartal ketiga 2025, sementara porsi cadangan devisa dalam euro (EUR) sedikit meningkat menjadi 20,33% dari 20,24%.
Pada akhir kuartal kedua 2025, porsi cadangan devisa global yang dipegang dalam dolar AS adalah 57,08%.
Data IMF juga menunjukkan bahwa pangsa cadangan devisa yang dipegang dalam yen Jepang meningkat menjadi 5,82% pada kuartal ketiga dari 5,65% pada kuartal kedua 2025.
Baca Juga:
Rupiah Sulit Balik Arah Gara-gara Ini"Untuk cadangan dolar AS dan euro, penyesuaian valuasi FX kami menunjukkan bahwa pengelola cadangan cenderung memperhatikan fluktuasi pasar mata uang," kata analis Goldman Sachs, dalam komentarnya mengenai data terbaru IMF.
"Kuartal ketiga menunjukkan stabilisasi dalam cadangan yang dilaporkan dengan hanya sedikit perubahan dalam pangsa cadangan USD dan EUR setelah fluktuasi besar dalam cadangan yang dilaporkan pada kuartal kedua," jelasnya.
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS melesat pada Selasa (23/12/2025), seiring pelemahan indeks dolar dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melesat 17 poin (0,10%) ke level Rp 16.760 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,17% ke level 98,11.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






