PTBA Tahan Banting, Target Harga Baru plus Potensi Dividen
Sementara itu, proyek hilirisasi dimethyl ether (DME) dapat menjadi katalis jangka panjang bagi PTBA. Rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) enam proyek hilirisasi, termasuk gasifikasi batu bara menjadi DME, dijadwalkan pada awal 2026.
Dalam jangka pendek, belanja modal (capital expenditure/capex) untuk proyek tersebut bisa meningkat. Proyek DME ini diperkirakan menyumbang laba tahunan sekitar Rp 1,4-2,3 triliun atau setara 10-20% dari laba PTBA.
Dengan berbagai faktor yang ada, Kiwoom Sekuritas menetapkan rekomendasi hold untuk saham PTBA.
Berdasarkan pendekatan valuasi relatif yang menggunakan P/E dan PBV, Kiwoom Sekuritas mematok target harga saham PTBA untuk 12 bulan ke depan sebesar Rp 2.670 dari sebelumnya Rp 2.610.
Valuasi tersebut mencerminkan P/E sebesar 9,7 kali, EV/EBITDA mencapai 2,12 kali, dan PBV sebesar 1,26 kali.
Saat ini, saham PTBA diperdagangkan pada forward P/E sebesar 8,82 kali atau lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang sekitar 13 kali, serta estimasi PBV sebesar 1,14 kali dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang mencapai 1,17 kali.
Kiwoom Sekuritas juga memperkirakan potensi imbal hasil dividen (dividend yield) PTBA sebesar 7,7% pada 2026 dan 5,7% pada 2027 – dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) mencapai 75%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






