Sabtu, 4 April 2026

Harga Naik Tajam, 2 Saham Disuspensi

Penulis : Erta Darwati
27 Jan 2026 | 08:20 WIB
BAGIKAN
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara terhadap dua saham, mulai sesi I perdagangan, Selasa (27/1/2026).

BEI mengungkap saham yang disuspensi pada hari ini adalah, saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) dan saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO).

Adapun BEI mensuspensi saham-saham tersebut lantaran terjadi peningkatan harga saham kumulatif secara signifikan.

Advertisement

Berdasarkan data Stockbit, saham BLUE melesat 112,9% dalam sebulan dan saham ENZO melejit 151,1% dalam sebulan.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono mengatakan bahwa tujuan dari kebijakan BEI ini adalah dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (27/1/2026).

Dia menjelaskan bahwa bagi pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Selain suspensi, BEI juga membuka gembok suspensi dua saham, antara lain saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) dan saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI).

Kemudian, Yulianto menjelaskan bahwa dengan dibukanya suspensi dua saham emiten tersebut, maka investor dapat kembali melakukan transaksi mulai perdagangan sesi I, di pasar reguler dan pasar tunai, Selasa (27/1/2026).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 42 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 52 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia