Sabtu, 4 April 2026

Emas Digital Kian Dilirik sebagai Alternatif Investasi Aman dan Teregulasi

Penulis : Gesa Vitara
11 Feb 2026 | 19:27 WIB
BAGIKAN
LAKUEMAS hadir sebagai salah satu platform emas digital yang menempatkan kepemilikan emas fisik dan kepatuhan regulasi sebagai fondasi layanannya. (LAKUEMAS/Istimewa)
LAKUEMAS hadir sebagai salah satu platform emas digital yang menempatkan kepemilikan emas fisik dan kepatuhan regulasi sebagai fondasi layanannya. (LAKUEMAS/Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Transformasi digital di sektor keuangan terus melahirkan berbagai instrumen investasi baru, salah satunya emas digital. Instrumen ini kian diminati karena menawarkan kemudahan transaksi, fleksibilitas kepemilikan, serta tetap mempertahankan karakter emas sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.

Emas digital merepresentasikan kepemilikan emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan, sementara seluruh proses transaksi dilakukan secara daring melalui platform digital. Dengan sistem ini, investor dapat memantau kepemilikan emas secara real time tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung, sehingga dinilai lebih praktis dan aman.

Di tengah berkembangnya tren emas digital, aspek regulasi dan keamanan menjadi perhatian utama investor. Di Indonesia, skema emas digital dijalankan dalam kerangka aturan yang jelas, memastikan setiap transaksi memiliki dasar aset yang nyata serta berada dalam pengawasan otoritas terkait. Dalam konteks inilah LAKUEMAS hadir sebagai salah satu platform emas digital yang menempatkan kepemilikan emas fisik dan kepatuhan regulasi sebagai fondasi layanannya.

Advertisement

Brand Manager LAKUEMAS, Esther Napitupulu, menjelaskan bahwa emas digital di Indonesia, termasuk yang ditawarkan LAKUEMAS, berbasis emas fisik nyata dengan rasio 1:1. Setiap gram emas digital yang dimiliki nasabah sepenuhnya didukung oleh emas fisik yang disimpan secara aman di lembaga kustodian sesuai ketentuan regulator.

“Emas yang tercatat secara digital bukan sekadar angka atau kontrak, melainkan representasi dari kepemilikan emas riil,” ujar Esther.

Ia menambahkan, ekosistem emas digital di Indonesia berbeda dengan sejumlah kasus di luar negeri yang kerap melibatkan skema spekulatif berbasis pergerakan harga semata. Menurutnya, pasar emas digital domestik dijalankan dalam kerangka regulasi resmi dan berada di bawah pengawasan pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) di bawah Kementerian Perdagangan.

Sebagai solusi emas terintegrasi, LAKUEMAS menghadirkan sistem yang mengutamakan keamanan, transparansi, dan kenyamanan nasabah. Layanan ini didukung oleh ketersediaan emas fisik nyata, jaringan toko fisik, serta kemudahan klaim dan pencetakan emas bagi nasabah yang ingin mengonversi kepemilikan digital menjadi emas fisik.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena keamanan dan kepercayaan nasabah selalu menjadi prioritas utama LAKUEMAS,” tambah Esther.

Dari sisi legalitas, LAKUEMAS telah resmi terdaftar di BAPPEBTI sejak 8 Februari 2022. Platform ini berada dalam ekosistem perusahaan emas dan berlian yang saling terintegrasi dengan berbagai infrastruktur pendukung. Fakta ini menegaskan posisi Central Mega Kencana (CMK) sebagai grup usaha yang berpengalaman dan terpercaya di industri emas nasional.

Ke depan, emas digital diproyeksikan semakin berperan dalam mendorong inklusi keuangan serta memperkuat budaya investasi masyarakat. Integrasi teknologi dan aset riil seperti emas dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun instrumen investasi yang aman, transparan, dan berkelanjutan di era ekonomi digital.

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 32 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 43 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 53 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia