Sabtu, 4 April 2026

Harga CPO Menguat, Tekanan Permintaan China Bayangi Pasar

Penulis : Indah Handayani
14 Feb 2026 | 07:07 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga CPO. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
ilustrasi harga CPO. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mayoritas menguat pada Jumat (13/2/2026). Namun, secara mingguan harga masih mencatat pelemahan di tengah kekhawatiran permintaan dari China dan penundaan mandat biodiesel Indonesia.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Jumat (13/2/2026), kontrak berjangka CPO untuk Februari 2026 anjlok 28 Ringgit Malaysia menjadi 3.950 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2026 melonjak 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.037 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO April 2026 naik 13 Ringgit Malaysia menjadi 4.050 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2026 menguat 3 Ringgit Malaysia menjadi 4.046 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Kontrak berjangka CPO Juni 2026 stabil di 4.040 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Juli 2026 menguat 2 Ringgit Malaysia menjadi 4.035 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari TradingView, meski mayoritas menguat, harga CPO mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut, dengan pelemahan sekitar 3%. Kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan dari pembeli utama, yaitu China, masih membayangi pasar setelah data inflasi Januari yang lemah menjelang perayaan Festival Musim Semi.

Harga juga tertekan oleh keputusan Indonesia untuk menunda peningkatan mandat biodiesel, serta ekspektasi peningkatan produksi dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, penurunan harga tertahan oleh kuatnya permintaan dari pembeli utama lainnya, yaitu India. Impor minyak sawit India pada Januari melonjak 51% dibandingkan bulan sebelumnya dan mencapai level tertinggi dalam empat bulan, setelah sempat turun tajam pada Desember.

Sementara itu, pemerintah Malaysia menaikkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) untuk Maret, tetapi tetap mempertahankan tarif bea ekspor di level 9%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 15 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia