Sabtu, 4 April 2026

Cari Saham Murah Dividen Besar? Simak Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Feb 2026 | 17:44 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta, kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026), ditutup melesat 96,61 poin (1,22%) hingga kembali ke atas level 8.031. Rentang pergerakan 7.865-8.031 dengan nilai transaksi Rp 15,7 triliun. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta, kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026), ditutup melesat 96,61 poin (1,22%) hingga kembali ke atas level 8.031. Rentang pergerakan 7.865-8.031 dengan nilai transaksi Rp 15,7 triliun. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2025 pada 9 Maret 2026 mendatang.

RUPST Bank Negara Indonesia rencananya digelar di Jakarta Pusat dan secara online mulai pukul 14.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Salah satu mata acara rapatnya adalah persetujuan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2025.

Advertisement

Sementara itu, berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, kinerja BBNI tahun lalu mencerminkan penyesuaian profitabilitas di tengah tekanan biaya dana dan peningkatan provisi, Alhasil, laba bersih perseroan turun 6,6% menjadi Rp 20,04 triliun.

“Ke depan, BBNI akan fokus pada penguatan struktur pendanaan melalui pertumbuhan CASA, pengelolaan likuiditas yang lebih disiplin, serta penyaluran kredit yang lebih selektif dan berorientasi risiko,” tulis Phintraco, dikutip Rabu (4/2/2026).

Sedangkan, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melihat BBNI memiliki value yang menarik dan dividen atraktif. Kinerja BBNI akan upside bertahap.

BRI Danareksa Sekuritas melihat prospek alias potensi dividen Bank Negara Indonesia untuk tahun buku 2025 bisa mencapai Rp 350 per saham (yield sekitar 7,8% berdasarkan harga saham BBNI Rp 4.480 per 13 Februari 2026).

Secara valuasi, saham BBNI atraktif. Dengan rasio price to book value (PBV) 0,97 kali. Dan price earning ratio (PER) 8,34 kali.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 7 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 1 jam yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 3 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia