Harga Emas Jatuh 1%, Dihantam Tekanan Ganda
Presiden The Fed Bank of Chicago Austan Goolsbee menyatakan, suku bunga masih berpeluang turun, meski inflasi sektor jasa tetap tinggi. Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya, 18 Maret mendatang.
Secara fundamental, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung lebih menarik saat suku bunga rendah. Namun ketidakpastian arah kebijakan moneter membuat pergerakan logam mulia menjadi lebih volatil.
Analis MarketPulse dari OANDA Zain Vawda mengatakan, prospek harga emas masih dinamis. “Saya menurunkan target harga emas jangka menengah dari US$ 5.500 per ons troi menjadi sekitar US$ 5.100 – 5.200 per ons troi untuk sementara, karena situasinya masih sangat cair,” ujarnya.
Sementara itu, harga perak spot turun 1,05% menjadi US$ 76,61 per ons.
Vawda mengatakan, sebagai logam yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi, setiap tanda penguatan ekonomi akan mengurangi daya tarik perak sebagai aset safe haven dibandingkan emas. “Selain itu, data ketenagakerjaan yang kuat menunjukkan kebutuhan terhadap aset lindung nilai menjadi tidak terlalu mendesak,” tambah Vawda.
Sedangkan, platinum melemah 1,05% ke US$ 2.045 per ons. Namun, paladium malah naik 2,11% menjadi US$ 1.727,87 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






