Harga CPO Tergelincir, Ekspor Lesu dan Panen Dipercepat Tekan Pasar
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) turun pada Senin (16/2/2026), tertekan data ekspor yang lesu dan ekspektasi percepatan panen, menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Senin (16/2/2026), kontrak berjangka CPO untuk Maret 2026 jatuh 24 Ringgit Malaysia menjadi 4.013 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 ambles 30 Ringgit Malaysia menjadi 4.020 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Mei 2026 terpangkas 30 Ringgit Malaysia menjadi 4.016 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 turun 29 Ringgit Malaysia menjadi 4.011 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO Juli 2026 melemah 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.008 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 tergelincir 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.002 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari TradingView, Head of Commodity Research Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan harga CPO berada di bawah tekanan karena pelaku pasar memperkirakan panen akan datang lebih cepat bulan ini, seiring persiapan menjelang Ramadan. Di saat yang sama, kinerja ekspor juga menunjukkan pelemahan.
“Pasar tujuan utama relatif sepi, kecuali permintaan sporadis dari India,” ujarnya.
Data surveyor kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–15 Februari turun antara 11,2% hingga 14,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ekspor ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga.
Penguatan Ringgit Malaysia
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






