Sabtu, 4 April 2026

ANZ Ramal Harga Emas Tembus US$ 5.800, Reli Belum Usai

Penulis : Indah Handayani
17 Feb 2026 | 10:29 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas, Sumber Freepick
ilustrasi emas, Sumber Freepick

JAKARTA, investor.id – Analis komoditas dari Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) menjelaskan, harga emas diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan signifikan dan berpotensi mencapai US$ 5.800 per ons troi pada kuartal II-2026.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Kitco News, angka itu dinaikan ANZ dari harga sebelumnya US$ 5.400 per ons troi, meskipun saat ini emas masih bergerak stabil di kisaran US$ 5.000 per ons troi.

ANZ menilai reli emas belum mencapai puncaknya dan masih didukung oleh berbagai faktor fundamental, terutama prospek pelonggaran kebijakan moneter global.

“Meski volatilitas baru-baru ini memunculkan pertanyaan apakah harga emas telah mencapai puncak, kami melihat reli ini belum cukup matang untuk berbalik arah dalam waktu dekat,” tulis analis ANZ.

Koreksi tajam dari rekor mendekati US$ 5.600 per ons troi bulan lalu sempat memicu kekhawatiran investor akan potensi penurunan lebih dalam, seperti yang terjadi pada siklus emas sebelumnya. Namun, ANZ menegaskan kondisi pasar saat ini jauh berbeda, dengan emas mendapat dukungan kuat dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

ANZ memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, masing-masing sebesar 25 basis poin pada Maret dan Juni. Penurunan suku bunga tersebut akan menekan imbal hasil riil dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Selain faktor suku bunga, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan juga menjadi pendorong utama. Kebijakan tarif yang kembali digunakan oleh Presiden Donald Trump dinilai meningkatkan risiko ekonomi global dan mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.

Perubahan Keuangan Global

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 41 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 50 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 2 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia