Sabtu, 4 April 2026

INET Mentereng, Target Harga Masih Jauh

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Feb 2026 | 16:01 WIB
BAGIKAN
Saham INET atau Sinergi Inti Andalan Prima diramal masih bisa memberikan cuan besar. Investor Daily/David Gita Roza
Saham INET atau Sinergi Inti Andalan Prima diramal masih bisa memberikan cuan besar. Investor Daily/David Gita Roza

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) tengah agresif ekspansi dengan dana besar, yang dapat mendongkrak pendapatan dan laba secara signifikan. Langkah besar ini kemudian direspons pelaku pasar. Lantas, bagaimana valuasi saham INET saat ini, apakah wajar?

Berdasarkan konsensus pasar, saham INET saat ini diperdagangkan pada valuasi EV/EBITDA 2026 sekitar 15,1 kali dan EV/EBITDA 2027 sebesar 9,4 kali.

Valuasi tersebut dinilai wajar untuk perusahaan penyedia jasa internet (internet service provider/ISP) dan perusahaan infrastruktur serat optik (FiberCo).

Advertisement

INET memperluas bisnisnya ke segmen FTTH (fiber to the home) untuk konsumen (business to consumer/B2C), jasa pembangunan jaringan FTTH (FTTH contracting), serta IRU kabel laut atau hak penggunaan kapasitas kabel bawah laut.

Pada segmen FTTH contracting, INET akan mendukung pembangunan jaringan FTTH milik PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge dengan target pembangunan 2 juta homepass hingga 2028. Total nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp 540 miliar.

Secara paralel, INET berencana memulai proyek IRU kabel laut pada April 2026, dengan kapasitas total 20 terabit per detik (Tbps).

Dari jumlah tersebut, 10 Tbps telah dikunci oleh WIFI sebagai pelanggan utama. Sisa kapasitas akan dijual kepada penyedia jasa internet lainnya. Total investasi INET untuk proyek IRU diperkirakan sebesar Rp 250-350 miliar.

“Namun, sumber pertumbuhan terbesar diperkirakan berasal dari segmen B2C FTTH, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya.

INET menargetkan pembangunan 2 juta homepass di Bali-Lombok dan 800 ribu homepass di Kalimantan Barat, dengan target take-up rate sebesar 60-70%.

Untuk mendukung ekspansi, INET melakukan rights issue sebesar Rp 3,2 triliun dan penerbitan obligasi Rp 1 triliun.

INET juga aktif melakukan pertumbuhan anorganik melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).

THC memiliki infrastruktur jaringan backbone di Kalimantan Barat, yang mendukung ekspansi FTTH INET di wilayah tersebut.

Sementara itu, PADA bergerak di bidang jasa alih daya (outsourcing), yang menyediakan tenaga kerja untuk pembangunan jaringan FTTH dan fixed wireless access (FWA) atau akses internet nirkabel tetap milik WIFI.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 24 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 37 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 45 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia