RMK Energy (RMKE) Cetak Rekor Awal Tahun
JAKARTA, investor.id – PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan performa operasional gemilang pada pembukaan tahun 2026, mematahkan pola musiman industri pertambangan yang biasanya lesu di awal tahun. Perseroan melaporkan lonjakan drastis pada volume pengangkutan (hauling) hingga 9,26 kali lipat dan pertumbuhan penjualan batu bara sebanyak empat kali lipat.
Berdasarkan laporan kinerja perseroan, volume pengangkutan batu bara melalui jalur hauling mencapai 167,5 ribu ton pada Januari 2026, melonjak tajam dibandingkan 16,3 ribu ton pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini secara langsung mendongkrak total batu bara yang dimuat ke kapal tongkang menjadi 703 ribu ton, jauh melampaui rata-rata historis low season sebesar 450 ribu ton.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa performa ini didukung oleh kontribusi tiga klien baru, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME).
“Berdasarkan data lima tahun terakhir, bulan Januari biasanya hanya mencatatkan rata-rata sekitar 450 ribu ton muatan tongkang. Namun tahun ini kami mampu mencapai 703 ribu ton. Volume jasa baru via hauling road menjadi penopang utama kinerja operasional perseroan saat ini,” ujar Vincent dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Di segmen perdagangan (trading), volume penjualan batu bara RMKE menguat empat kali lipat menjadi 513,6 ribu ton. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari strategi bisnis terintegrasi, di mana RMKE membangun akses logistik kereta api menuju tambang potensial dengan opsi pembelian batu bara dari pelanggan baru.
Model tersebut memungkinkan perseroan meningkatkan volume trading saat harga pasar menguat dengan memanfaatkan infrastruktur mandiri.
Tren positif ini merupakan kelanjutan dari performa impresif pada akhir tahun 2025. Pada kuartal IV-2025, berdasarkan laporan in-house, RMKE membukukan pendapatan sekitar Rp 1,1 triliun dengan laba bersih Rp 105 miliar. Angka laba bersih tersebut setara dengan akumulasi pencapaian sepanjang tiga kuartal sebelumnya pada tahun yang sama.
Meski optimis menatap target 2026, manajemen tetap mewaspadai tantangan cuaca, terutama kenaikan muka air Sungai Musi yang berpotensi memengaruhi distribusi kapal tongkang.
“Kami semakin optimis untuk mencapai target tahun ini. Tetapi potensi gangguan cuaca tetap harus menjadi perhatian,” tutup Vincent.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





