Saham PTBA Dibidik, Harganya Murah pula
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi salah satu bidikan pemodal. Terlebih, harga saham PTBA sedang murah.
KB Valbury Sekuritas mengungkapkan analisisnya untuk mengoptimalkan cuan saham PTBA, bila pemodal hendak trading pada perdagangan Senin (23/2/2026).
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy saham PTBA. Target harga harian sebesar Rp 2.690. Pemodal bisa masuk di kisaran harga Rp 2.600-2.620 (entry price).
Secara teknikal, level resistance (batas atas) saham PTBA di Rp 2.690, sedangkan level support (batas bawah) Rp 2.600.
“Waspada jika harga menembus Rp 2.600. Stop loss di level Rp 2.510,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Senin (23/2/2026).
Pada perdagangan Jumat (20/2/2026), saham PTBA ditutup melemah 0,7% ke level Rp 2.620. Dalam perdagangan sepekan terakhir, PTBA menguat 2,75% dan sebulan naik 6,5%. Selama periode year to date (ytd), PTBA terdongkrak 13,4%.
PTBA merupakan salah satu saham berkapitalisasi pasar menengah (mid cap) yang harganya sedang murah dan memiliki return on equity (ROE) yang baik.
Berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, yang diakses pada Senin (23/2/2026), rasio PE saham PTBA saat ini (trailing twelve months/TTM) tergolong murah sebesar 9,2 kali.
Target Harga Selanjutnya & Potensi Dividen
Kiwoom Sekuritas menetapkan rekomendasi hold untuk saham PTBA. Berdasarkan pendekatan valuasi relatif yang menggunakan P/E dan PBV, Kiwoom Sekuritas mematok target harga saham PTBA sebesar Rp 2.670 dari sebelumnya Rp 2.610.
Valuasi tersebut mencerminkan P/E sebesar 9,7 kali, EV/EBITDA mencapai 2,12 kali, dan PBV sebesar 1,26 kali.
Baca Juga:
Saham Ini Senasib dengan BUMISaat ini, saham PTBA diperdagangkan pada forward P/E sebesar 8,82 kali atau lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang sekitar 13 kali, serta estimasi PBV sebesar 1,14 kali dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang mencapai 1,17 kali.
Kiwoom Sekuritas juga memperkirakan potensi imbal hasil dividen (dividend yield) PTBA sebesar 7,7% pada 2026 dan 5,7% pada 2027 – dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) mencapai 75%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






