Saham BUMI Cs Disebut-sebut
JAKARTA, investor.id - Pengamat pasar modal serta Pendiri Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan bahwa sentimen global pagi ini masih memberikan ruang positif bagi pasar domestik. Ia juga menyinggung soal saham BUMI cs.
“Penguatan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) sebesar +1,29% menjadi indikasi bahwa investor global melakukan akumulasi terhadap aset Indonesia di sesi sebelumnya. Karena EIDO merefleksikan kinerja saham-saham Indonesia yang diperdagangkan di pasar AS, penguatannya sering menjadi petunjuk awal arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Artinya, ada potensi aliran dana asing yang masih cukup solid masuk ke emerging market, termasuk Indonesia,” papar Hendra dalam ulasannya yang dibagikan, Senn (23/2/2026).
Dari sisi domestik, lanjutnya, kabar bahwa agenda reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) telah masuk tahap final dan mendapat lampu hijau dalam proses evaluasi indeks oleh MSCI Inc menjadi katalis penting. Reformasi ini menyentuh aspek likuiditas, transparansi, hingga mekanisme perdagangan, yang bertujuan meningkatkan kualitas pasar dan aksesibilitas bagi investor global.
Baca Juga:
Saham BUMI Bersiap Menuju Batas Atas“Jika MSCI benar-benar menyetujui proposal reformasi tersebut, maka potensi peningkatan bobot Indonesia dalam indeks global semakin terbuka. Dampaknya bukan hanya sentimen jangka pendek, tetapi juga berpotensi mendorong arus dana pasif (passive inflow) yang mengikuti indeks MSCI. Dalam konteks ini, saham-saham dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi akan menjadi target utama pembelian fund global,” sambungnya.
Namun, pasar juga dihadapkan pada risiko eksternal. Latihan militer gabungan Iran, Rusia, dan China di kawasan Selat Hormuz meningkatkan tensi geopolitik. Kawasan ini merupakan jalur strategis distribusi minyak dunia, sehingga setiap eskalasi berpotensi memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar global.
“Keterlibatan China membuat isu ini lebih sensitif karena China adalah kekuatan ekonomi besar dan konsumen energi utama dunia. Jika ketegangan meningkat, pasar bisa masuk fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko dan beralih ke aset safe haven. Namun selama situasi masih sebatas latihan militer tanpa gangguan distribusi minyak, pasar cenderung merespons secara terbatas,” sebut Hendra.
IHSG berpeluang mengalami penguatan dan menguji resistance di area 8.376. Menurut Hendra, level ini menjadi titik krusial untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik. Jika ditembus dengan volume kuat, ruang penguatan lanjutan terbuka. Sementara itu, level psikologis 8.200 menjadi support penting untuk menjaga momentum bullish jangka pendek. Selama IHSG bertahan di atas area tersebut, struktur tren masih relatif positif.
Hendra menuturkan, saham-saham yang sebelumnya dirumorkan berpotensi masuk indeks MSCI seperti ADMR, BUMI, PTRO, dan EMTK menjadi menarik untuk dicermati.
“Biasanya, menjelang pengumuman resmi MSCI, saham kandidat akan mengalami peningkatan volume dan akumulasi karena pelaku pasar melakukan positioning lebih awal. Jika benar masuk indeks, saham tersebut berpotensi mendapat dorongan tambahan dari pembelian dana pasif global,” ujarnya.
“Dengan kombinasi sentimen reformasi pasar, potensi inflow asing, serta spekulasi inclusion MSCI, IHSG hari ini cenderung menguat, meskipun tetap perlu mewaspadai dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas sewaktu-waktu,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






