Sabtu, 4 April 2026

Proyek AI OpenClaw Viral, Sang Pengembang Kini Haramkan Kata Bitcoin (BTC) dan Kripto

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2026 | 08:59 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi OpenClaw.
Ilustrasi OpenClaw.

JAKARTA, investor.id – Dunia kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) sedang memasuki fase yang unik: revolusioner sekaligus meresahkan. Salah satu contoh terbaru yang menarik perhatian adalah OpenClaw, sebuah kerangka kerja (framework) agen AI sumber terbuka (open-source) yang tengah viral di kalangan pengembang global.

OpenClaw dirancang untuk menjadi sistem otonom yang mampu menjelajah web, menulis kode, hingga mengeksekusi alur kerja rumit hampir tanpa campur tangan manusia. Namun perjalanan proyek ini justru nyaris hancur akibat sengketa nama dan kegilaan spekulan kripto, seperti dikutip The Street, Senin (23/2/2026).

Apa Itu OpenClaw?

Berbeda dengan sistem komersial yang tertutup, OpenClaw memberikan kebebasan bagi pengembang untuk memeriksa dan memodifikasi kerangka kerjanya secara gratis. Fokus utamanya adalah transparansi dan pengembangan berbasis komunitas.

Advertisement

Namun, popularitasnya membawa drama. Awalnya, proyek ini bernama Clawdbot yang adalah sebuah penghormatan kepada model AI "Claude" milik Anthropic dan maskot kepitingnya, "Claw’d". Karena kemiripan nama tersebut, raksasa AI Anthropic melayangkan peringatan hak merek.

Sang pengembang, Peter Steinberger, akhirnya sepakat untuk mengganti nama. Setelah sempat menggunakan nama bertema lobster, Moltbot, ia akhirnya menetapkan nama OpenClaw.

Berujung Penipuan Token

Kekacauan memuncak saat transisi perubahan nama tersebut. Dalam celah waktu penggantian username di GitHub dan platform X (Twitter), para penipu (scammers) membajak akun lama dan meluncurkan token palsu di jaringan Solana (SOL) bernama CLAWD.

Hanya dalam hitungan jam, nilai pasar token bodong tersebut meroket hingga US$ 16 juta (sekitar Rp 250 miliar). Namun, setelah Steinberger secara terbuka membantah keterlibatannya, nilai token tersebut anjlok lebih dari 90%, meninggalkan kerugian besar bagi para pembeli.

Akibat kejadian ini, Steinberger menjadi sasaran pelecehan dan kemarahan para spekulan yang merugi. Merasa jengah, ia akhirnya mengeluarkan pernyataan tegas di media sosial:

"Kepada semua pegiat kripto: tolong berhenti menghubungi dan melecehkan saya. Saya tidak akan pernah membuat koin. Proyek apa pun yang mencantumkan nama saya sebagai pemilik koin adalah PENIPUAN."

Hingga saat ini, sang pengembang mengambil langkah drastis dengan melarang penyebutan kata "Bitcoin" maupun "kripto" dalam komunitas proyeknya untuk menghindari keterlibatan lebih jauh dengan dunia spekulasi tersebut.

Bahaya 'Squatting' dan Spekulasi di Era AI

Kasus yang menimpa OpenClaw menyoroti fenomena baru yang berbahaya di dunia teknologi: perpaduan antara kecepatan perkembangan AI dan liarnya spekulasi aset kripto.

Para pelaku kejahatan siber kini sering melakukan username squatting yaitu mengambil alih nama pengguna media sosial atau repositori kode yang baru saja dilepas oleh proyek populer, untuk membangun narasi palsu.

Di ekosistem kripto, tren "Meme Coin" yang memanfaatkan nama proyek teknologi populer sering kali digunakan untuk menjerat investor ritel dalam skema pump and dump (pompa dan buang), di mana harga dinaikkan secara artifisial sebelum akhirnya jatuh dan merugikan publik.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 23 menit yang lalu

Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global

Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.
Lifestyle 37 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 52 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 2 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 2 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia