Proyek AI OpenClaw Viral, Sang Pengembang Kini Haramkan Kata Bitcoin (BTC) dan Kripto
JAKARTA, investor.id – Dunia kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) sedang memasuki fase yang unik: revolusioner sekaligus meresahkan. Salah satu contoh terbaru yang menarik perhatian adalah OpenClaw, sebuah kerangka kerja (framework) agen AI sumber terbuka (open-source) yang tengah viral di kalangan pengembang global.
OpenClaw dirancang untuk menjadi sistem otonom yang mampu menjelajah web, menulis kode, hingga mengeksekusi alur kerja rumit hampir tanpa campur tangan manusia. Namun perjalanan proyek ini justru nyaris hancur akibat sengketa nama dan kegilaan spekulan kripto, seperti dikutip The Street, Senin (23/2/2026).
Apa Itu OpenClaw?
Berbeda dengan sistem komersial yang tertutup, OpenClaw memberikan kebebasan bagi pengembang untuk memeriksa dan memodifikasi kerangka kerjanya secara gratis. Fokus utamanya adalah transparansi dan pengembangan berbasis komunitas.
Namun, popularitasnya membawa drama. Awalnya, proyek ini bernama Clawdbot yang adalah sebuah penghormatan kepada model AI "Claude" milik Anthropic dan maskot kepitingnya, "Claw’d". Karena kemiripan nama tersebut, raksasa AI Anthropic melayangkan peringatan hak merek.
Sang pengembang, Peter Steinberger, akhirnya sepakat untuk mengganti nama. Setelah sempat menggunakan nama bertema lobster, Moltbot, ia akhirnya menetapkan nama OpenClaw.
Berujung Penipuan Token
Kekacauan memuncak saat transisi perubahan nama tersebut. Dalam celah waktu penggantian username di GitHub dan platform X (Twitter), para penipu (scammers) membajak akun lama dan meluncurkan token palsu di jaringan Solana (SOL) bernama CLAWD.
Hanya dalam hitungan jam, nilai pasar token bodong tersebut meroket hingga US$ 16 juta (sekitar Rp 250 miliar). Namun, setelah Steinberger secara terbuka membantah keterlibatannya, nilai token tersebut anjlok lebih dari 90%, meninggalkan kerugian besar bagi para pembeli.
Akibat kejadian ini, Steinberger menjadi sasaran pelecehan dan kemarahan para spekulan yang merugi. Merasa jengah, ia akhirnya mengeluarkan pernyataan tegas di media sosial:
"Kepada semua pegiat kripto: tolong berhenti menghubungi dan melecehkan saya. Saya tidak akan pernah membuat koin. Proyek apa pun yang mencantumkan nama saya sebagai pemilik koin adalah PENIPUAN."
Hingga saat ini, sang pengembang mengambil langkah drastis dengan melarang penyebutan kata "Bitcoin" maupun "kripto" dalam komunitas proyeknya untuk menghindari keterlibatan lebih jauh dengan dunia spekulasi tersebut.
Bahaya 'Squatting' dan Spekulasi di Era AI
Kasus yang menimpa OpenClaw menyoroti fenomena baru yang berbahaya di dunia teknologi: perpaduan antara kecepatan perkembangan AI dan liarnya spekulasi aset kripto.
Para pelaku kejahatan siber kini sering melakukan username squatting yaitu mengambil alih nama pengguna media sosial atau repositori kode yang baru saja dilepas oleh proyek populer, untuk membangun narasi palsu.
Di ekosistem kripto, tren "Meme Coin" yang memanfaatkan nama proyek teknologi populer sering kali digunakan untuk menjerat investor ritel dalam skema pump and dump (pompa dan buang), di mana harga dinaikkan secara artifisial sebelum akhirnya jatuh dan merugikan publik.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





