Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Ngebut di Atas US$ 5.100, Pakar Sebut Tren Naik Berlanjut

Penulis : Indah Handayani
23 Feb 2026 | 09:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Istimewa)
Ilustrasi emas. (Istimewa)

Kendati demikian, Scutt menjelaskan, indikator teknikal mengisyaratkan kehati-hatian. Pada grafik 4 jam, harga bergerak di atas batas atas Bollinger Band yang mengindikasikan kondisi jenuh beli.

Menurut Scutt, RSI (14) juga telah masuk wilayah overbought, meskipun masih menunjukkan penguatan momentum. Sinyal ini diperkuat oleh MACD yang telah menembus garis sinyal dan bergerak ke zona positif.

Scutt menambahkan, skenario yang lebih sehat adalah terjadinya koreksi terbatas sebelum reli berlanjut. “Idealnya, kita melihat pullback ke area US$ 5.100 per ons troi untuk menguji kekuatan breakout. Jika level itu bertahan, peluang menuju resistance berikutnya akan semakin terbuka,” jelasnya.

Di sisi atas, level yang patut dicermati adalah retracement Fibonacci 78,6% di kisaran US$ 5.341 per ons troi, serta area US$ 5.450 per ons troi yang sebelumnya menjadi titik tekanan jual kuat pada 30 Januari.

Scutt mengingatkan, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, emas berpotensi menguji kembali rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.598 dan melanjutkan tren bullish jangka menengah.

“Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menetap di bawah US$ 5.100 per ons troi, bias kenaikan akan gugur dan membuka ruang pelemahan menuju level terendah Februari,” tutup Scutt.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 19 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 49 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 60 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia