Harga Emas Ngebut di Atas US$ 5.100, Pakar Sebut Tren Naik Berlanjut
Kendati demikian, Scutt menjelaskan, indikator teknikal mengisyaratkan kehati-hatian. Pada grafik 4 jam, harga bergerak di atas batas atas Bollinger Band yang mengindikasikan kondisi jenuh beli.
Menurut Scutt, RSI (14) juga telah masuk wilayah overbought, meskipun masih menunjukkan penguatan momentum. Sinyal ini diperkuat oleh MACD yang telah menembus garis sinyal dan bergerak ke zona positif.
Scutt menambahkan, skenario yang lebih sehat adalah terjadinya koreksi terbatas sebelum reli berlanjut. “Idealnya, kita melihat pullback ke area US$ 5.100 per ons troi untuk menguji kekuatan breakout. Jika level itu bertahan, peluang menuju resistance berikutnya akan semakin terbuka,” jelasnya.
Di sisi atas, level yang patut dicermati adalah retracement Fibonacci 78,6% di kisaran US$ 5.341 per ons troi, serta area US$ 5.450 per ons troi yang sebelumnya menjadi titik tekanan jual kuat pada 30 Januari.
Scutt mengingatkan, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, emas berpotensi menguji kembali rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.598 dan melanjutkan tren bullish jangka menengah.
“Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menetap di bawah US$ 5.100 per ons troi, bias kenaikan akan gugur dan membuka ruang pelemahan menuju level terendah Februari,” tutup Scutt.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






