Sabtu, 4 April 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Perkasa Usai Putusan MA soal Tarif Trump

Penulis : Indah Handayani
23 Feb 2026 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS h(Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)
ilustrasi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS h(Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) perkasa pada Senin (23/2/2026) siang. Penguatan itu didorong pelemahan dolar setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global Presiden Donald Trump serta data ekonomi AS yang mengecewakan.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10.28 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini melonjak sebesar 57 poin (0,34%) ke level Rp 16.831 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat ambles 0,3% ke level 97,5.

Sedangkan pada perdagangan Jumat (20/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat tipis 6 poin di level Rp 16.888. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan kurs rupiah dipengaruhi keputusan Mahkamah Agung AS yang menganulir kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Advertisement

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pertumbuhan ekonomi yang jauh di bawah ekspektasi dan keputusan MA yang menganulir tarif Trump,” katanya dikutip dari Antara, Senin (23/2/2026).

Mengutip Sputnik, putusan MA AS untuk membatalkan beberapa kebijakan tarif global Presiden Donald Trump memberikan pukulan serius bagi rakyat AS sekaligus merampas pengaruh signifikan Trump, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat, MA AS dengan hasil pemungutan suara 6-3, memutuskan bahwa Trump tidak berwenang untuk memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Tarif Trump

Sementara itu, Trump menyebut putusan Mahkamah Agung (MA) AS tersebut ‘sangat mengecewakan’ dan menuduh MA telah dipengaruhi oleh ‘kepentingan asing’.

Trump kemudian menegaskan bahwa seluruh tarif keamanan nasional tetap berlaku, dan bahwa putusan MA tersebut khususnya hanya menyangkut penggunaan tarif IEEPA.

“Dampak sebenarnya masih tidak jelas karena Trump masih ngotot, walau paling tidak ini adalah keputusan yang positif buat dunia,” kata Lukman.

Penguatan rupiah juga dipengaruhi capaian angka pertumbuhan ekonomi AS yang hanya 1,4%, jauh di bawah perkiraan 3%. “Mayoritas disebabkan oleh shutdown pemerintah dan daya beli yang memang lemah oleh tarif,” katanya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 10 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 21 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 51 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia