Sabtu, 4 April 2026

Arah Harga Emas Jelang Pergantian Kepemimpinan The Fed

Penulis : Natasha Khairunisa
23 Feb 2026 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Vector Photo Gallery/ Istock/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Reli harga emas diperkirakan akan berlanjut seiring meningkatnya ketidakpastian seputar kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), menyusul pengumuman pergantian kepemimpinan.

Seperti diketahui, Kevin Warsh telah resmi ditunjuk untuk menjabat sebagai ketua baru The Fed, menggantikan Jerome Powell pada bulan Mei mendatang.

Dikutip dari Kitco News, Senin (23/2/2026) Kepala Strategi Investasi di WisdomTree, Kevin Flanagan menilai penurunan tajam harga emas bulan lalu setelah penunjukkan Warsh lebih berkaitan dengan posisi daripada fundamental.

Advertisement

Harga emas sendiri ditutup melonjak 2,1% ke level US$ 5.104,3 per ons troi pada Jumat (20/2/2026). Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 5.595,46 pada 29 Januari lalu.

Flanagan berpendapat bahwa berita tentang penunjukkan Warsh bukan menjadi penyebab terjadinya koreksi harga emas, melainkan adanya aksi ambil untung sementara.

“Terjadi peningkatan yang sangat pesat. Beberapa aksi ambil untung, konsolidasi, koreksi; merupakan momen yang sehat bagi pasar (emas),” katanya.

Pasar awalnya menafsirkan nominasi Warsh sebagai kekuatan penstabil kebijakan moneter. Flanagan mencatat bahwa Warsh dipandang sebagai pembuat kebijakan berpengalaman yang memahami nilai independensi bank sentral.

“Dia memenuhi banyak kriteria yang baik dan sepenuhnya memahami gagasan independensi The Fed,” dia menyoroti.

Menurut Flanagan, momen yang akan mempengaruhi harga emas adalah pertemuan pertama pembuat kebijakan bank sentral AS dengan Warsh.

“Jika kita terus mendapatkan laporan pekerjaan yang kuat dan inflasi tetap di atas target, ada kemungkinan besar Warsh tidak akan memangkas suku bunga,” jelas Flanagan. Menurutnya, hal inilah yang mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan.

Melihat di luar kebijakan moneter, ia mengatakan pendorong utama di balik harga emas tetap utuh, termasuk ketegangan geopolitik, perang dagang yang sedang berlangsung dan ketidakpastian tarif, serta pembelian bank sentral yang berkelanjutan.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 10 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 21 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 51 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia