Arah Harga Emas Jelang Pergantian Kepemimpinan The Fed
JAKARTA, investor.id - Reli harga emas diperkirakan akan berlanjut seiring meningkatnya ketidakpastian seputar kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), menyusul pengumuman pergantian kepemimpinan.
Seperti diketahui, Kevin Warsh telah resmi ditunjuk untuk menjabat sebagai ketua baru The Fed, menggantikan Jerome Powell pada bulan Mei mendatang.
Dikutip dari Kitco News, Senin (23/2/2026) Kepala Strategi Investasi di WisdomTree, Kevin Flanagan menilai penurunan tajam harga emas bulan lalu setelah penunjukkan Warsh lebih berkaitan dengan posisi daripada fundamental.
Harga emas sendiri ditutup melonjak 2,1% ke level US$ 5.104,3 per ons troi pada Jumat (20/2/2026). Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 5.595,46 pada 29 Januari lalu.
Flanagan berpendapat bahwa berita tentang penunjukkan Warsh bukan menjadi penyebab terjadinya koreksi harga emas, melainkan adanya aksi ambil untung sementara.
“Terjadi peningkatan yang sangat pesat. Beberapa aksi ambil untung, konsolidasi, koreksi; merupakan momen yang sehat bagi pasar (emas),” katanya.
Pasar awalnya menafsirkan nominasi Warsh sebagai kekuatan penstabil kebijakan moneter. Flanagan mencatat bahwa Warsh dipandang sebagai pembuat kebijakan berpengalaman yang memahami nilai independensi bank sentral.
“Dia memenuhi banyak kriteria yang baik dan sepenuhnya memahami gagasan independensi The Fed,” dia menyoroti.
Menurut Flanagan, momen yang akan mempengaruhi harga emas adalah pertemuan pertama pembuat kebijakan bank sentral AS dengan Warsh.
Baca Juga:
Harga Emas Bersiap Masuk Babak Baru“Jika kita terus mendapatkan laporan pekerjaan yang kuat dan inflasi tetap di atas target, ada kemungkinan besar Warsh tidak akan memangkas suku bunga,” jelas Flanagan. Menurutnya, hal inilah yang mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan.
Melihat di luar kebijakan moneter, ia mengatakan pendorong utama di balik harga emas tetap utuh, termasuk ketegangan geopolitik, perang dagang yang sedang berlangsung dan ketidakpastian tarif, serta pembelian bank sentral yang berkelanjutan.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






