Sentimen Tarif AS Angkat IHSG
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik sebesar 112,28 poin (1,36%) ke level 8.384,04 pada penutupan sesi I, Senin (23/2/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini seiring penguatan indeks saham Asia yang merespon positif pasca keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) soal tarif dagang Presiden AS Donald Trump.
Pilarmas merekomendasikan saham pilihan MINA untuk perdagangan di sesi II.
Pilarmas memaparkan, keputusan MA tersebut tentunya akan memberikan sebuah harapan dan perbaikan iklim perdagangan global. “Keputusan MA yang membatalkan kebijakan tarif sebelumnya dan menggantinya dengan tarif 10% akan menjadi perkembangan penting bagi dunia usaha,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (23/2/2026).
Namun, lanjut Pilarmas, di sisi lain pasar tampaknya tetap fokus akan kebijakan lanjutan drama dari Presiden AS, dimana Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa berencana untuk menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, menyusul keputusan MA yang membatalkan kebijakan tarif ‘timbal balik’ yang diberlakukannya.
Menurut Pilarmas, langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan para mitranya dapat berantakan, meskipun para pejabat senior AS menegaskan kembali bahwa kesepakatan yang ada akan tetap berlaku.
Baca Juga:
IHSG Melesat, 5 Saham Naik Tajam“Alhasil pasar tampaknya masih wait and see melihat perkembangan dinamika kebijakan di AS terkait penerapan tarif ini,” tambah Pilarmas.
Secara terpisah, Perwakilan Dagang AS Greer mencatat bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan memengaruhi pertemuan Trump yang direncanakan dengan pemimpin China Xi Jinping.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dari dalam negeri, Pilarmas memaparkan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri Amerika Serikat (AS), menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) negara tersebut yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif Presiden Donald Trump, yang artinya Indonesia bersiap segala kemungkinan penyesuaian tarif.
Di sisi lain harapan sentimen membaik karena harapan bahwa tarif global baru Presiden Trump sebesar 15%, yang diperkenalkan setelah Mahkamah Agung AS menolak bea masuk timbal balik yang luas. “Hal itu menandakan pergeseran ke arah bea masuk keseluruhan yang lebih rendah dan dapat memberikan dorongan kecil bagi ekspor Indonesia dalam jangka pendek,” kata Pilarmas.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar DIVA, MEGA, SKBM, PADI, BIPI. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar INDS, HILL, SOTS, JAST, CNKO.
Pilarmas merekomendasikan saham pilihan MINA untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan MINA buy dengan support dan resistance 394 – 520,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






