IHSG Melesat, 5 Saham Melonjak hingga 34%
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Senin (23/2/2026), ditutup menguat 124,3 poin (1,5%) ke level 8.396.
Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham DIVA hingga PADI dengan lonjakan harga 22% sampai 34%.
Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 24 triliun. Sebanyak 484 saham menguat, sedangkan 227 saham turun dan 247 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 46,3 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,97 juta kali.
Baca Juga:
Sentimen Tarif AS Angkat IHSGSeluruh sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor yang mengalami penguatan tertinggi yakni sektor barang baku sebesar 3,31%.
Diikuti, penguatan sektor transportasi 3,09%, sektor perindustrian 1,73%, sektor energi 1,67%, sektor keuangan 1,67%, sektor barang konsumen primer 1,52%, sektor infrastruktur 1,07%, sektor barang konsumen non-primer 1,02%, sektor teknologi 0,94%, sektor kesehatan 0,74%, dan sektor properti 0,55%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini seiring penguatan indeks saham Asia yang merespon positif pasca keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) soal tarif dagang Presiden AS Donald Trump.
Namun, lanjut Pilarmas, di sisi lain pasar tampaknya tetap fokus akan kebijakan lanjutan drama dari Presiden AS, di mana Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa berencana untuk menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, menyusul keputusan MA yang membatalkan kebijakan tarif ‘timbal balik’ yang diberlakukannya.
Menurut Pilarmas, langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan para mitranya dapat berantakan, meskipun para pejabat senior AS menegaskan kembali bahwa kesepakatan yang ada akan tetap berlaku.
Dari dari dalam negeri, Pilarmas memaparkan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri Amerika Serikat (AS), menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) negara tersebut yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif Presiden Donald Trump, yang artinya Indonesia bersiap segala kemungkinan penyesuaian tarif.
Cuan Besar
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






