Sabtu, 4 April 2026

IHSG Melesat, 5 Saham Melonjak hingga 34%

Penulis : Erta Darwati
23 Feb 2026 | 16:22 WIB
BAGIKAN
Monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Senin (23/2/2026), ditutup menguat 124,3 poin (1,5%) ke level 8.396.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham DIVA hingga PADI dengan lonjakan harga 22% sampai 34%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 24 triliun. Sebanyak 484 saham menguat, sedangkan 227 saham turun dan 247 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 46,3 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,97 juta kali.

Advertisement

Seluruh sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor yang mengalami penguatan tertinggi yakni sektor barang baku sebesar 3,31%.

Diikuti, penguatan sektor transportasi 3,09%, sektor perindustrian 1,73%, sektor energi 1,67%, sektor keuangan 1,67%, sektor barang konsumen primer 1,52%, sektor infrastruktur 1,07%, sektor barang konsumen non-primer 1,02%, sektor teknologi 0,94%, sektor kesehatan 0,74%, dan sektor properti 0,55%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini seiring penguatan indeks saham Asia yang merespon positif pasca keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) soal tarif dagang Presiden AS Donald Trump.

Namun, lanjut Pilarmas, di sisi lain pasar tampaknya tetap fokus akan kebijakan lanjutan drama dari Presiden AS, di mana Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa berencana untuk menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, menyusul keputusan MA yang membatalkan kebijakan tarif ‘timbal balik’ yang diberlakukannya.

Menurut Pilarmas, langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan para mitranya dapat berantakan, meskipun para pejabat senior AS menegaskan kembali bahwa kesepakatan yang ada akan tetap berlaku.

Dari dari dalam negeri, Pilarmas memaparkan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri Amerika Serikat (AS), menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) negara tersebut yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif Presiden Donald Trump, yang artinya Indonesia bersiap segala kemungkinan penyesuaian tarif.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 27 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 37 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia