Sabtu, 4 April 2026

IHSG Bakal Lanjut Menguat, 6 Saham Dijagokan

Penulis : Erta Darwati
24 Feb 2026 | 08:25 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham. Investor Daily/David Gita Roza.
Investor memantau pergerakan saham. Investor Daily/David Gita Roza.

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan, Selasa (24/2/2026).

CGS International Sekuritas Indonesia menjelaskan, melemahnya indeks di bursa Wall Street seiring naiknya tarif impor dan berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap potensi distrupsi AI ke sektor lainnnya diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu, potensi naiknya konsumsi domestik di saat Ramadan dan Idulfitri serta naiknya harga beberapa komoditas seperti CPO, timah, nikel, emas serta batu bara berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Advertisement

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.300-8.205 dan resist 8.490-8.590,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Selasa (24/2/2026).

Broker efek itu menjelaskan, mengawali perdagangan pekan ini, indeks di bursa Wall Street kompak ditutup melemah seiring berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap potensi distrupsi oleh berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap sektor lainnya. 

Sementara itu, dinaikannya tarif impor dari 10% menjadi 15% untuk semua mitra dagang Amerika Serikat juga menjadi tambahan sentimen negatif di pasar.

Saham IBM terkoreksi hingga 13,15% setelah Antropic yaitu perusahan research dan keamanan teknologi kecerdasan buatan mengatakan bahwa Cloud Code bisa digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan eksplorasi dan analisis yang mendasari sebagian besar kompleksitas dalam mondernisasi COBOL (bahasa pemograman tingkat tinggi untuk memproses data bisnis) yang merupakan bisnis inti dari IBM. 

Sejalan dengan IBM, emiten pembuat sofware lainnya seperti Microsoft dan CrowdStrike juga ditutup melemah cukup signifikan masing-masing 3,21% dan 9,85%. 

Kekhwatiran terhadap perkembangan AI sendiri semakin meningkat setelah pada akhir pekan lalu Citrini Research menerbitkan penelitiannya bahwa perkembangan AI bisa berdampak negatif terhadap ekonomi dan mengakibatkan tingkat penggangguran naik ke level 10%.

CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi saham MAPA, UNVR, TINS, ANTM, MDKA dan ARCI untuk trading, Selasa (24/2/2026).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 37 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 47 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia