Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Turun dari Puncak Tiga Pekan, Dolar AS Menguat

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2026 | 09:44 WIB
BAGIKAN
Seorang pelanggan meletakkan batangan emas di keranjang di sebuah toko emas di Bangkok, Thailand, Kamis (29/1/2026). (Foto: AP/ Sakchai Lalit)
Seorang pelanggan meletakkan batangan emas di keranjang di sebuah toko emas di Bangkok, Thailand, Kamis (29/1/2026). (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Selasa (24/2/2026) pagi, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang menekan harga logam mulia, meski ketidakpastian tarif AS dan ketegangan Washington–Teheran masih membayangi pasar.

Harga emas hari ini turun 0,85% ke level US$ 5.185,37 per ons troi saat berita ditulis, setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan di awal sesi. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman April melemah 0,4% ke US$ 5.204,91 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, penguatan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan.

Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump pada Senin memperingatkan negara-negara agar tidak mundur dari kesepakatan dagang yang baru saja dinegosiasikan dengan AS. Peringatan itu muncul setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat yang sebelumnya ia tetapkan.

Trump menegaskan, negara yang menarik diri dari kesepakatan dapat dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi melalui undang-undang perdagangan lainnya.

Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan terbuka untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang, jika data ketenagakerjaan Februari menunjukkan pasar tenaga kerja telah berbalik ke kondisi yang lebih solid setelah melemah sepanjang 2025.

Pemangkasan The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 37 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 47 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia