Harga Minyak Melejit 2%, Pasar Cemas Perundingan AS dan Iran Buntu
HOUSTON, investor.id – Harga minyak dunia melejit 2% pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan setelah pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum membuahkan kesepakatan.
Dikutip dari Reuters, harga minyak brent ditutup naik US$ 1,73 (2,45%) ke level US$ 72,48 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,81 (2,78%) menjadi US$ 67,02 per barel.
Kedua harga minyak acuan tersebut kini diperdagangkan pada level tertinggi sejak Juli (Brent) dan Agustus (WTI), serta berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 1%.
AS dan Iran sepakat memperpanjang negosiasi tidak langsung hingga pekan depan. Namun, pelaku pasar meragukan peluang tercapainya kesepakatan antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Iran.
“Sulit membayangkan Iran akan menyetujui tuntutan pemerintahan Trump. Pasar melihat situasi ini menuju fase akhir yang berisiko,” ujar analis senior Price Futures Group Phil Flynn.
Kekhawatiran meningkat setelah Trump memerintahkan penambahan kekuatan militer di kawasan, sementara perundingan di Jenewa dilaporkan sempat menemui jalan buntu akibat desakan AS agar Iran menghentikan sepenuhnya pengayaan uranium.
Meski mediator Oman menyatakan ada kemajuan dan pembicaraan teknis akan dilanjutkan pekan depan di Wina, ketidakpastian tetap membayangi pasar.
Analis PVM Tamas Varga mengatakan, lonjakan harga minyak sepenuhnya dipicu ketidakpastian hasil negosiasi nuklir Iran dan potensi aksi militer AS. “Ketakutan mendorong harga naik,” ujarnya.
Premi Risiko Selat Hormuz
Analis DBS Suvro Sarkar menyebut, pasar telah memasukkan premi risiko geopolitik sebesar US$ 8–10 per barel ke dalam harga minyak. Kekhawatiran utama adalah potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah melalui Strait of Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.
Trump sebelumnya memberi ultimatum pada 19 Februari agar Iran mencapai kesepakatan dalam 10–15 hari atau menghadapi konsekuensi serius.
Baca Juga:
Wall Street Terpukul Lonjakan Inflasi ASUntuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi, produsen minyak Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, dilaporkan akan meningkatkan ekspor minyak andalan Murban pada April. Sementara itu, sumber pasar menyebut Arab Saudi juga berpotensi menaikkan produksi.
Arab Saudi bahkan diperkirakan akan menaikkan harga jual resmi minyak mentah ke Asia untuk April, pertama kalinya dalam lima bulan, seiring meningkatnya permintaan dari India yang menggantikan pasokan Rusia.
Di sisi lain, kelompok produsen OPEC+ diperkirakan akan mempertimbangkan kenaikan produksi sebesar 137.000 barel per hari untuk April dalam pertemuan 1 Maret mendatang, setelah sebelumnya menunda peningkatan output pada kuartal pertama tahun ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler






