Minggu, 5 April 2026

Pakar Sebut Harga Minyak Bisa Tembus US$ 100 per Barel Imbas Konflik Iran

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2026 | 05:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)
Ilustrasi barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

LONDON, investor.idHarga minyak dunia melonjak tajam hingga 10% menyusul konflik terbuka antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Para analis memperkirakan harga minyak berpotensi menembus level psikologis US$ 100 per barel jika gangguan pasokan berlanjut.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent sempat melonjak ke kisaran US$ 80 per barel dalam perdagangan over the counter pada Minggu (1/3/2026), setelah sebelumnya ditutup di US$ 73 per barel pada Jumat, level tertinggi sejak Juli tahun lalu. Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap dampak perang baru di Timur Tengah.

Direktur energi dan pengilangan ICIS Ajay Parmar menilai, bukan hanya serangan militer yang mendorong kenaikan harga, melainkan keputusan Iran menutup Selat Hormuz. “Serangan militer memang mendukung kenaikan harga minyak, tetapi faktor kunci di sini adalah penutupan Selat Hormuz,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Lebih dari 20% pasokan minyak global dikirim melalui jalur sempit tersebut. Sumber perdagangan menyebut sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan rumah dagang telah menghentikan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintas.

Parmar memperkirakan harga minyak bisa dibuka mendekati US$ 100 per barel saat pasar kembali aktif, bahkan berpotensi melampaui level tersebut jika penutupan berlangsung lama.

Ekonom energi Rystad Energy Jorge Leon memperkirakan penutupan Selat Hormuz dapat memangkas pasokan minyak mentah global sebesar 8–10 juta barel per hari (bpd), meski sebagian aliran dapat dialihkan melalui pipa East-West Arab Saudi dan pipa milik Abu Dhabi.

Rystad memproyeksikan harga minyak bisa naik sekitar US$ 20 menjadi kisaran US$ 92 per barel saat perdagangan dibuka.

Analis RBC Helima Croft menyebut sejumlah pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang terhadap Iran dapat mendorong harga minyak melampaui US$ 100 per barel. Sementara itu, analis Rabobank memperkirakan harga dapat bertahan di atas US$ 90 per barel dalam jangka pendek.

OPEC+ Tambah Produksi

Di tengah lonjakan harga, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu menyepakati kenaikan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai April. Namun, tambahan ini hanya setara kurang dari 0,2% dari total permintaan global, sehingga dinilai tidak cukup signifikan untuk meredam gejolak harga.

Krisis Iran juga mendorong pemerintah dan kilang di Asia mengevaluasi cadangan minyak serta rute pengiriman alternatif. Analis Kpler bahkan menilai India berpotensi meningkatkan impor minyak dari Rusia untuk menutup potensi kekurangan pasokan dari Timur Tengah.

Dengan risiko gangguan pasokan yang besar dan ketidakpastian geopolitik yang tinggi, pasar energi global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dalam beberapa waktu ke depan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia