Laba Adaro (AADI) Susut 37%
JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tercatat membukukan laba bersih turun hingga 37,2% sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan, AADI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 760,18 juta, turun dari laba bersih pada 2024 sebesar US$ 1,21 miliar.
Pendapatan usaha AADI susut 7,71% year on year (yoy) menjadi US$ 4,91 miliar pada 2025, dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 5,32 miliar.
AADI mencatatkan pendapatan berupa penjualan batu bara ke pasar domestik sebesar US$ 1,14 miliar pada 2025.
Di pasar ekspor, mayoritas penjualan AADI ke Malaysia sebesar US$ 947 juta pada 2025. Diikuti India sebesar US$ 783,5 juta, China US$ 783,5 juta, Jepang US$ 456,1 juta, dan Korea Selatan US$ 392,7 juta.
Beban pokok pendapatan AADI menurun 5,1% yoy menjadi US$ 3,6 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya yakni US$ 3,8 miliar.
AADI membukukan laba bruto sebesar US$ 1,26 miliar pada 2025 atau menyusut 14,2% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada 2024 yaitu US$ 1,4 miliar.
Kemudian, AADI memiliki total aset sebesar US$ 5,71 miliar pada 2025 dengan liabilitas sebesar US$ 2,06 miliar dan ekuitas US$ 3,65 miliar.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





