Jumat, 15 Mei 2026

Laba Adaro (AADI) Susut 37%

Penulis : Erta Darwati
8 Mar 2026 | 23:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha  PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) . (Foto: AADI)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) . (Foto: AADI)

JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tercatat membukukan laba bersih turun hingga 37,2% sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangan, AADI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 760,18 juta, turun dari laba bersih pada 2024 sebesar US$ 1,21 miliar.

Pendapatan usaha AADI susut 7,71% year on year (yoy) menjadi US$ 4,91 miliar pada 2025, dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 5,32 miliar.

ADVERTISEMENT

AADI mencatatkan pendapatan berupa penjualan batu bara ke pasar domestik sebesar US$ 1,14 miliar pada 2025. 

Di pasar ekspor, mayoritas penjualan AADI ke Malaysia sebesar US$ 947 juta pada 2025. Diikuti India sebesar US$ 783,5 juta, China US$ 783,5 juta, Jepang US$ 456,1 juta, dan Korea Selatan US$ 392,7 juta.

Beban pokok pendapatan AADI menurun 5,1% yoy menjadi US$ 3,6 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya yakni US$ 3,8 miliar.

AADI membukukan laba bruto sebesar US$ 1,26 miliar pada 2025 atau menyusut 14,2% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada 2024 yaitu US$ 1,4 miliar.

Kemudian, AADI memiliki total aset sebesar US$ 5,71 miliar pada 2025 dengan liabilitas sebesar US$ 2,06 miliar dan ekuitas US$ 3,65 miliar.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia