Aliansi Bisnis RMKE & BUMI, Seberapa Penting?
JAKARTA, investor.id – PT RMK Energy Tbk (RMKE) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya, PT Pendopo Energi Batubara (PEB), untuk mengembangkan infrastruktur pertambangan dan optimalisasi logistik batu bara di Sumatera Selatan.
Kerja sama antara RMKE dan BUMI bertujuan untuk mensinergikan potensi kedua perusahaan. RMKE akan membangun infrastruktur logistik vital yang menghubungkan area tambang PEB dengan infrastruktur milik RMKE dari jalan hauling, stasiun muat, stasiun bongkar, hingga pelabuhan.
“Dengan pembangunan infrastruktur pendukung ini, PEB akan mengalokasikan hasil produksi batu baranya kepada RMKE,” tulis Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam catatannya, yang dikutip pada Kamis (12/3/2026).
RMKE melalui afiliasinya bermaksud untuk membangun jalan akses dan stasiun muat (loading station) di lokasi strategis yang dekat dengan wilayah tambang PEB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Infrastruktur ini nantinya akan menjadi aset sepenuhnya milik RMKE.
PEB kemudian diberikan izin untuk menggunakan jalan akses dan stasiun muat tersebut untuk mendukung operasional pertambangan.
Lalu, PEB akan menjual hasil tambang batu bara kepada RMKE dengan volume yang akan disepakati dalam perjanjian definitif.
Di sisi lain, RMKE akan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengangkutan batu bara PEB, memastikan rantai pasok yang efisien dari tambang hingga pelabuhan.
Selama PEB menggunakan fasilitas infrastruktur yang dibangun RMKE, PEB sepakat untuk menggunakan jasa pelabuhan milik RMKE untuk pengiriman dan penjualan batu bara, baik kepada RMKE maupun pihak ketiga.
Target Harga Saham Tinggi
Kiwoom Sekuritas dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’ memasukkan RMKE ke dalam daftar saham pilihan teratas.
“Prospek RMKE didukung oleh kontrak jangka panjang dan visibilitas arus kas yang tinggi. Di sisi lain, larangan hauling jalan umum pada 2026 akan mengalihkan volume ke RMKE,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas.
Baca Juga:
RMK Energy (RMKE) Cetak Rekor Awal TahunRMK Energy (RMKE) merupakan perusahaan logistik batu bara terintegrasi dan terbesar di Sumatra Selatan. Perseroan diperkirakan mencetak laba dengan kenaikan yang tajam pada 2026.
Laba bersih RMKE ditaksir mencapai Rp 665 miliar pada tahun ini atau melejit 190% yoy, dengan laba per saham Rp 150. Pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 3,64 triliun, melesat 102% yoy.
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli saham RMKE. Berdasarkan valuasi menggunakan metode discounted cash flow (DCF), nilai wajar atau target harga saham RMKE tergolong tinggi sebesar Rp 13.100.
Baca Juga:
Saham DEWA Dikeker, Potensi Cuan 70%Valuasi RMKE mencerminkan prospek peningkatan arus kas bebas (free cash flow/FCF) yang kuat hingga 2030, dengan FCF diproyeksikan meningkat dari Rp 359 miliar pada 2025 menjadi Rp 4,86 triliun pada 2030.
Risiko utamanya meliputi risiko eksekusi kontrak, potensi keterlambatan implementasi regulasi, tekanan tarif, volatilitas harga batu bara, serta risiko pendanaan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






