Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Kian Membara Seiring Lonjakan Harga Minyak

Penulis : Indah Handayani
13 Mar 2026 | 07:23 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batu bara
ilustrasi batu bara

JAKARTA, investor.idHarga batu bara kian membara pada Kamis (12/3/2026), seiring lonjakan tajam harga minyak dunia yang dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah.

Harga batu bara Newcastle untuk Maret 2026 melesat US$ 1,9 ke level US$ 135 per ton. Sedangkan April 2026 melonjak US$ 3,85 menjadi US$ 138,75 per ton. Sementara itu, Mei 2026 melejit US$ 3,75 menjadi US$ 139,5 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Maret 2026 terkerek US$ 2,4 menjadi US$ 123,8. Sedangkan, April 2026 naik US$ 2,65 menjadi US$ 127,5. Sedangkan pada Mei 2026 menanjak US$ 1,45 menjadi US$ 128,5.

Kenaikan harga batu bara tidak terlepas dari lonjakan harga minyak dunia. Dikutip dari Reuters, harga dunia melonjak sekitar 9% pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026), mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Lonjakan ini dipicu meningkatnya serangan Iran terhadap fasilitas minyak dan transportasi di Timur Tengah, serta pernyataan pemimpin tertinggi Iran yang menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup.

Harga minyak Brent ditutup naik US$ 8,48 (9,2%) di level US$ 100,46 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday US$ 101,60. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup melonjak US$ 8,48 (9,7%) di US$ 95,70 per barel. Kedua kontrak tersebut mencatat level penutupan tertinggi sejak Agustus 2022.

Badan Energi Internasional (IEA) menyebut konflik di Timur Tengah telah menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah pasar energi global. Sehari sebelumnya, IEA menyetujui pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis negara-negara anggotanya, jumlah terbesar yang pernah dilakukan.

Namun, sejumlah analis masih meragukan apakah seluruh volume tersebut benar-benar akan dilepas ke pasar. Menurut Energy Aspects, total cadangan minyak yang tersedia hanya setara dengan sekitar 25 hari gangguan pasokan saat ini.
 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia