BIPI, Masuknya Grup Bakrie dan Potensi Aksi Korporasi
JAKARTA, investor.id – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mulai memonetisasi fase transisi agresif dari bisnis batu bara menuju inisiatif energi bersih. Grup Bakrie masuk ke BIPI belakangan ini.
Bakrie Capital Indonesia memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli 6% saham BIPI pada harga Rp 248 per saham. Nilai investasi Rp 948 miliar. Pembelian terjadi pada 24 Februari 2026.
“Ke depan, kami memperkirakan manajemen BIPI akan mencari pendanaan ekuitas melalui penerbitan saham pada tahun ini untuk mempercepat transformasi bisnis menuju energi terbarukan,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Ahnaf Yassar dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Samuel Sekuritas melihat potensi pengumuman tambahan injeksi modal sebagai peluang kenaikan, karena kekhawatiran pasar terkait kebutuhan pendanaan ekspansi mulai mereda.
Saat ini, BIPI masih didominasi oleh bisnis batu bara dan diuntungkan oleh kenaikan harga energi, yang antara lain dipicu oleh Perang Iran. Ditambah, potensi peningkatan volume batu bara akibat kenaikan kuota rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) – persetujuan pemerintah terkait produksi tambang.
“Hal itu diperkirakan bakal mendorong BIPI kembali mencatatkan laba positif pada 2026,” ungkap Juan.
Baca Juga:
ITMG Malah Kena DowngradeTahun ini, BIPI membidik pertumbuhan yang kuat berbasis volume. Perseroan menargetkan peningkatan produksi sekitar 1 juta ton per tahun menuju 8 juta ton dalam jangka menengah. Peningkatan produksi diharapkan memperkuat arus kas operasional, yang kemudian dapat digunakan untuk mendanai ekspansi.
Masuk ke Tiga Segmen
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






