Kamis, 14 Mei 2026

Laba Emiten Hashim Djojohadikusumo (WIFI) Melonjak 76,7%

Penulis : Erta Darwati
25 Mar 2026 | 17:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi manajemen WIFI (Foto: IST)
Ilustrasi manajemen WIFI (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id - Emiten Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge membukukan laba bersih yang tumbuh 76,7% pada tahun 2025.

WIFI tercatat mencetak laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 408,55 miliar pada 2025, melonjak dari tahun 2024 sebesar Rp 230,87 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan WIFI melesat tajam dengan tumbuh 147% menjadi Rp 1,65 triliun, naik dari Rp 671,85 miliar pada tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Kinerja WIFI dikontribusi dari layanan telekomunikasi, khususnya fiber-to-the-home (FTTH) dan bandwidth sebesar Rp 1,21 triliun, dan juga kontribusi dari periklanan digital sebesar Rp 445,37 miliar.

Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, mengungkapkan secara operasional perseroan kini telah memiliki 2,5 juta Home Pass, 1,5 juta Home Connect, serta tingkat take-up hingga 60%, menunjukkan penetrasi pasar yang semakin kuat.

Selain memperluas jaringan FTTH, WIFI juga mulai mengakselerasi inovasi dengan meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1.4GHz melalui brand IRA yakni Internet Rakyat. Layanan ini diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru mulai 2026, melengkapi infrastruktur fiber yang sudah ada.

Manajemen melihat kombinasi integrasi jaringan fiber optik dengan distribusi nirkabel, tingginya permintaan broadband terjangkau, serta efisiensi skala sebagai faktor kunci percepatan ekspansi ke depan.

“Tahun 2025 adalah tahun yang menentukan bagi Surge, menunjukkan kinerja keuangan dan eksekusi operasional yang kuat. Menjelang tahun 2026, peluncuran platform 5G FWA IRA, Internet Rakyat kami, bersamaan dengan perluasan FTTH yang berkelanjutan, menandai titik balik penting yang akan secara signifikan mempercepat lintasan pertumbuhan kami," katanya.

Kemudian, untuk total aset WIFI melonjak menjadi Rp 15,16 triliun dari Rp 2,9 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp 6,65 triliun dari sebelumnya Rp 1,93 triliun. Lalu, ekuitas melonjak menjadi Rp 8,51 triliun dari Rp 969,84 miliar.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Finance 7 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 9 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 20 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 2 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia