Minggu, 21 Juni 2026

Asing Gerak Cepat Cetak Net Buy, 7 Saham Langsung Diserbu

Penulis : Jauhari Mahardhika
25 Mar 2026 | 19:50 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo)
Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026). Asing langsung menyerbu saham AADI, ASII, PTBA, TLKM, ITMG, ADRO, dan BRMS.

Adapun net buy asing di seluruh pasar hari ini sebesar Rp 102,8 miliar. Dengan begitu, total transaksi jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 8,4 triliun – berdasarkan data BEI.

Net buy terbesar di pasar reguler terjadi pada saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencapai Rp 335,1 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain saham AADI, asing juga memburu saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan net buy sebesar Rp 228,1 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Net buy asing pada saham PTBA sebesar Rp 199,89 miliar dan TLKM senilai Rp 165,6 miliar.

Kemudian, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Net buy asing pada saham ITMG mencapai Rp 139,3 miliar, ADRO sebesar Rp 125,7 miliar, dan BRMS senilai Rp 120,7 miliar.

Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 507,5 miliar.

Diikuti, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Antam Tbk (ANTM). Net sell asing pada saham BBCA Rp 385 miliar, BBNI Rp 224,1 miliar, dan ANTM Rp 219 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup melejit 195,2 poin (2,75%) ke level 7.302,1. Sebanyak 597 saham naik, 164 saham turun, dan 197 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 25,1 triliun.

Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor yang menguat paling tinggi yakni sektor perindustrian sebesar 5,9%.

Penguatan juga terjadi di sektor energi sebesar 5,1%, sektor barang konsumen primer 3,8%, sektor infrastruktur 3,4%, sektor transportasi 3,3%, sektor barang konsumen non-primer 2,3%, sektor teknologi 1,3%, sektor properti 0,9%, dan sektor keuangan 0,7%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor barang baku sebesar 0,17% dan sektor kesehatan 0,12%.

Top Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 33 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia