Sabtu, 4 April 2026

Cisadane Sawit (CSRA) Siap Ekspansi Lahan Baru

Penulis : M. Ghafur Fadillah
29 Mar 2026 | 13:20 WIB
BAGIKAN
Cisadane Sawit Raya (CSRA). Perseroan
Cisadane Sawit Raya (CSRA). Perseroan

JAKARTA, investor.id — Prospek industri minyak sawit nasional diproyeksikan semakin solid pada 2026, ditopang struktur pasar domestik yang kian kuat serta program mandatori biodiesel yang terus menjadi jangkar permintaan.

Di tengah dinamika geopolitik global yang belum sepenuhnya stabil, pelaku industri justru melihat peluang peningkatan penyerapan minyak sawit, terutama melalui program B40 yang tetap berjalan meski rencana peningkatan ke B50 kembali ditunda.

Dalam laporan kajian pasar terbaru, harga crude palm oil (CPO) global diperkirakan bergerak dalam rentang US$ 962–1.030 per ton CIF Rotterdam pada semester I-2026. Dengan asumsi kurs Rp 16.900 per dolar AS, harga tersebut setara Rp 16.873–17.605 per kilogram, menandai kecenderungan bullish moderat seiring ketatnya pasokan minyak nabati global serta pengaruh dinamika energi dan geopolitik terhadap sentimen komoditas.

Advertisement

Struktur pasar sawit Indonesia kini berbeda dibanding satu dekade lalu. Permintaan domestik bukan lagi variabel sisa setelah ekspor, melainkan telah bertransformasi menjadi komponen utama yang menjaga keseimbangan produksi.

Kombinasi faktor tersebut membuka ruang ekspansi yang lebih agresif bagi pelaku usaha, termasuk PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA). Momentum pasar yang menguat ini mendorong CSRA menyusun strategi pertumbuhan yang lebih progresif melalui percepatan ekspansi organik, investasi strategis, serta optimalisasi pembelian tandan buah segar (TBS) luar untuk meningkatkan utilisasi pabrik.

“Perusahaan telah menerapkan strategi yang komprehensif untuk secara aktif meninjau dan mengidentifikasi berbagai peluang dalam mengakuisisi lahan baru yang memiliki potensi untuk dikembangkan,” ujar Seman Sendjaja, Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSRA, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (29/3/2026).

CSRA saat ini membidik lahan baru di Kabupaten Musi Banyuasin, berdekatan dengan area operasional entitas anak PT Daya Agro Lestari. Langkah ekspansi ini dinilai strategis untuk mempermudah integrasi operasional, menekan biaya logistik, serta memaksimalkan infrastruktur yang sudah tersedia.

“Pengembangan baru ini nantinya akan dikelola oleh entitas Perseroan lainnya yaitu PT Bintang Kenten Lestari, sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Seman.

Dia menekankan bahwa 2026 menjadi tahun penting bagi implementasi tujuan strategis perusahaan, terutama dari sisi penguatan arus kas internal yang berkelanjutan.

“Penguatan arus kas menjadi fokus utama Perseroan untuk menjaga stabilitas keuangan dan memastikan ketersediaan pendanaan internal yang memadai untuk mendukung program pengembangan usaha,” tegasnya.

Laba CSRA

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 13 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 33 menit yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 54 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 1 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 1 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 2 jam yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia