Saham Rp 70-an Perak, Omzet Setriliun
JAKARTA, investor.id - Emiten konglomerat TP Rachmat, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menjadi emiten mobil bekas pertama di Indonesia yang mencapai pendapatan alias omzet Rp 1 triliun pada FY-2025, atau tumbuh 14,5% dibandingkan tahun 2024.
Kinerja ASLC yang bergerak di bisnis lelang (JBA), penjualan retail mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai) ini diikuti dengan capaian laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 45 miliar.
“Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek dan keunggulan operasional,” kata Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra dalam keterangan resmi dikutip Selasa (24/3/2026).
Baca Juga:
Saham PBV 0,54, Ancang-ancang DividenSaham bersandi ASLC sendiri ditutup menghijau 1,35% ke Rp 75 (masih area Rp 70-an) pada perdagangan 17 Maret 2026 lalu. Dalam sebulan, saham ini melorot 7,41%.
Caroline.id, sebagai platform ASLC online to offline jual beli mobil bekas mencatatkan penjualan sebesar Rp 730,5 miliar di FY-2025. Adapun jumlah mobil bekas yang berhasil dijual mencapai hampir 4.500 unit, meningkat 24,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara JBA Indonesia yang merupakan balai lelang kendaraan bekas terbesar di Tanah Air berhasil menjual lebih dari 124 ribu unit kendaraan. Pada tahun 2025, JBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 272,5 miliar.
Unit bisnis ASLC yang masih dalam tahap awal yaitu MotoGadai juga menunjukkan kinerja pendapatan sebesar Rp 5,4 miliar, meningkat 72% dari tahun sebelumnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






