Sabtu, 4 April 2026

Ekonomi AS Ngegas, Harga Emas Tertekan

Penulis : Indah Handayani
4 Apr 2026 | 05:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id – Ekonomi Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan ketahanan yang kuat. Sepanjang Maret 2026, penciptaan lapangan kerja jauh melampaui ekspektasi pasar, yang berpotensi menekan harga emas dalam jangka pendek.

Dikutip dari Kitco News, data Bureau of Labor Statistics yang dirilis Jumat (3/4/2026) menunjukkan, nonfarm payrolls atau penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian bertambah 178.000 pada Maret. Angka ini jauh di atas proyeksi ekonom yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 65.000 pekerjaan.

Kenaikan lapangan kerja terutama terjadi di sektor kesehatan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja di pemerintahan federal masih mencatat penurunan.

Advertisement

Sejalan dengan itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,4% pada Februari. Capaian ini juga lebih baik dari ekspektasi pasar yang memperkirakan stagnan.

Meski demikian, pasar emas belum merespons data tersebut karena masih tutup selama libur panjang Paskah. Namun, sejumlah analis menilai data tenaga kerja yang solid ini akan memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter netral, di tengah kekhawatiran inflasi global yang meningkat.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas cenderung tertekan. Konflik di Iran memicu gangguan rantai pasok global, khususnya sektor energi, yang mendorong harga minyak menembus US$100 per barel. Kondisi ini memperbesar tekanan inflasi dan membuat banyak bank sentral menahan pelonggaran kebijakan moneternya.

Analis menilai, agar emas kembali diminati sebagai aset safe haven, pasar membutuhkan sinyal pelemahan ekonomi. Kondisi tersebut dapat memicu kekhawatiran stagflasi dan mendorong bank sentral memangkas suku bunga, meskipun inflasi masih tinggi.

Data Pasar Tenaga Kerja

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 13 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 33 menit yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 54 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 1 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 1 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 2 jam yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia