Ekonomi AS Ngegas, Harga Emas Tertekan
JAKARTA, investor.id – Ekonomi Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan ketahanan yang kuat. Sepanjang Maret 2026, penciptaan lapangan kerja jauh melampaui ekspektasi pasar, yang berpotensi menekan harga emas dalam jangka pendek.
Dikutip dari Kitco News, data Bureau of Labor Statistics yang dirilis Jumat (3/4/2026) menunjukkan, nonfarm payrolls atau penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian bertambah 178.000 pada Maret. Angka ini jauh di atas proyeksi ekonom yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 65.000 pekerjaan.
Kenaikan lapangan kerja terutama terjadi di sektor kesehatan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja di pemerintahan federal masih mencatat penurunan.
Sejalan dengan itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,4% pada Februari. Capaian ini juga lebih baik dari ekspektasi pasar yang memperkirakan stagnan.
Meski demikian, pasar emas belum merespons data tersebut karena masih tutup selama libur panjang Paskah. Namun, sejumlah analis menilai data tenaga kerja yang solid ini akan memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter netral, di tengah kekhawatiran inflasi global yang meningkat.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas cenderung tertekan. Konflik di Iran memicu gangguan rantai pasok global, khususnya sektor energi, yang mendorong harga minyak menembus US$100 per barel. Kondisi ini memperbesar tekanan inflasi dan membuat banyak bank sentral menahan pelonggaran kebijakan moneternya.
Analis menilai, agar emas kembali diminati sebagai aset safe haven, pasar membutuhkan sinyal pelemahan ekonomi. Kondisi tersebut dapat memicu kekhawatiran stagflasi dan mendorong bank sentral memangkas suku bunga, meskipun inflasi masih tinggi.
Data Pasar Tenaga Kerja
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






