Rupiah Kian Tergerus, BI Bergegas Intervensi
JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan telah melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) dan menghindari volatilitas berlebihan, setelah mata uang tersebut mencapai titik terendahnya terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.08 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 43 poin (0,25%) ke level Rp 17.078 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,14% ke level 100,12.
"Menstabilkan rupiah tentu menjadi prioritas utama kami saat ini. Kami akan menggunakan setiap instrumen dan kebijakan yang kami miliki, kami akan mengerahkan semua upaya," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (7/4/2026).
Destry menerangkan, BI melakukan intervensi di pasar spot dan pasar forward non-deliverable (FND), dan siap membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder jika diperlukan.
Selain itu, bank sentral juga akan berupaya meningkatkan arus masuk dengan meningkatkan daya tarik sertifikat berdenominasi rupiah yang dikenal sebagai SRBI.
Baca Juga:
Rupiah Sulit Balik ArahDestry menyebut, ia mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah akan dampak negatif pada aktivitas ekonomi domestik, meskipun kenaikan harga komoditas utama akan membantu mengimbangi dampak tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan, tekanan pada nilai tukar rupiah sebagian besar disebabkan oleh dinamika global, termasuk reaksi pasar terhadap perang AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah.
Selama 2026, nilai tukar rupiah telah jatuh lebih dari 2% terhadap dolar AS, yang sejalan dengan beberapa mata uang regional lainnya, menurut data dari LSEG.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






