Minggu, 21 Juni 2026

Rupiah Kian Tergerus, BI Bergegas Intervensi

Penulis : Natasha Khairunisa
7 Apr 2026 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/rwa)
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/rwa)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan telah melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) dan menghindari volatilitas berlebihan, setelah mata uang tersebut mencapai titik terendahnya terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.08 WIB di pasar spot exchange,  nilai tukar rupiah  hari ini melemah 43 poin (0,25%) ke level Rp 17.078 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,14% ke level 100,12.

"Menstabilkan rupiah tentu menjadi prioritas utama kami saat ini. Kami akan menggunakan setiap instrumen dan kebijakan yang kami miliki, kami akan mengerahkan semua upaya," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

Destry menerangkan, BI melakukan intervensi di pasar spot dan pasar forward non-deliverable (FND), dan siap membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder jika diperlukan.

Selain itu, bank sentral juga akan berupaya meningkatkan arus masuk dengan meningkatkan daya tarik sertifikat berdenominasi rupiah yang dikenal sebagai SRBI.

Destry menyebut, ia mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah akan dampak negatif pada aktivitas ekonomi domestik, meskipun kenaikan harga komoditas utama akan membantu mengimbangi dampak tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, tekanan pada nilai tukar rupiah sebagian besar disebabkan oleh dinamika global, termasuk reaksi pasar terhadap perang AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah.

Selama 2026, nilai tukar rupiah telah jatuh lebih dari 2% terhadap dolar AS, yang sejalan dengan beberapa mata uang regional lainnya, menurut data dari LSEG.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia