Minggu, 21 Juni 2026

Saham Sentuh 5.900-an, Bos BBCA Buka Suara

Penulis : Nida Sahara
28 Apr 2026 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong. (ist)
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong. (ist)

JAKARTA, investor.id - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada perdagangan Senin, 27 April 2026 ditutup pada level Rp5.975 per saham, turun 75 poin atau 1,24%. Bahkan, sempat menyentuh Rp5.950 per saham pada awal perdagangan sesi pertama.

Melihat kondisi tersebut, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan bahwa perseroan pun memiliki rencana aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada bulan lalu.

Dalam RUPST pada 12 Maret lalu, pemegang saham menyetujui rencana buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun.

ADVERTISEMENT

"Akan ada (rencana) untuk buyback. Program buyback sesuai yang disetujui RUPS Maret kemarin," kata Hendra kepada Investor Daily, Senin (27/4/2026).

Periode shares buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh RUPST, kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah ini dilakukan di tengah pelemahan harga saham BBCA dalam beberapa waktu terakhir. Aksi buyback tersebut bertujuan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia.

Jumlah saham yang dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 10% dari modal disetor perseroan. Pelaksanaan shares buyback tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan OJK No. 27 Tahun 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

Net Sell

Sebanyak 273,26 juta saham BBCA diperdagangkan pada Senin, 27 April 2026 dengan frekuensi 80.207 kali, dan nilai transaksi Rp1,64 triliun. Investor asing membukukan net sell di saham BBCA sebesar Rp896,04 miliar.

Adapun dalam sepekan terakhir, saham BBCA melemah 8,08% dengan investor asing membukukan net sell Rp 4,77 triliun. "Iya, sepertinya investor asing masih banyak yang jual," ucap Hendra.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan/ketentuan yang berlaku.

Dalam earnings call kuartal I-2026, Stockbit Sekuritas menyampaikan bahwa manajemen BBCA mempertahankan seluruh guidance 2026. Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan beban provisi pada kuartal I merupakan langkah proaktif atas situasi makroekonomi terkini sekaligus meningkatnya risiko di segmen konsumer, komersial, dan SME.

Dari sisi margin, manajemen mengakui tren tekanan pada loan yield terus berlanjut, meski mulai kembali naiknya yield obligasi pemerintah dan SRBI diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keseluruhan net interest margin (NIM) BBCA baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Secara fundamental, di antara Big 4 Banks, kami mempertahankan preferensi pada BBCA dan BMRI, di mana aspek risk management serta portofolio yang kuat pada segmen corporate membuat kedua bank tersebut relatif resilient, terutama dalam kondisi makroekonomi saat ini," tulis Stockbit Sekuritas. 

Dalam jangka pendek–menengah, pergerakan harga saham perbankan termasuk BBCA berpotensi lebih dipengaruhi oleh sentimen investor asing (foreign flow), termasuk nilai tukar rupiah.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia